Peluang Bisnis Video Mapping

Beberapa tahun belakangan, video mapping kian marak dimanfaatkan oleh para penyelenggara acara untuk mengemas kegiatan mereka supaya spektakuler
Dika Irawan | 13 Februari 2018 09:29 WIB
Video Mapping ditembakkan ke Monas dalam peresmian Countdown Asian Games 2018 di lapangan Monas, Jakarta, Jumat (18/8). - ANTARA/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa tahun belakangan, video mapping kian marak dimanfaatkan oleh para penyelenggara acara untuk mengemas kegiatan mereka supaya spektakuler.

Hal ini rupanya tidak disia-siakan oleh Harry Riyadi. Melalui studionya, Tarantula Digital Studio, dia menawarkan layanan itu.

Bagi dia tren video mapping harus dimanfaatkan dengan baik. Selain dari sisi bisnis, hal tersebut juga berguna untuk menambah pengetahuannya.

“Kami mulai menerima pesanan atau proyek video mapping sekitar 2014,” katanya, Senin (12/2/2018).

Dia mengatakan, video mapping diminati karena memiliki keleluasaan untuk mengeksplorasi konten sekretatif mungkin. Ditambah mudahnya akses ke Youtube membuat para klien melirik video mapping.

“Dengan menggunakan video mapping lebih varaitif kreasi permainan efek yang bisa dibuat seperti gedung runtuh atau animasi naga,” tuturnya.

Harry mengatakan, untuk tarifnya bermacam-macam tergantung area proyeksi yang akan dipetakan. Kisarannya mulai dari Rp50 juta hingga Rp350 juta.

Meski menggiurkan, tetapi bisnis video mapping menghadapi kendala berupa minimnya desainer yang mampu mengemas konten menarik. Menurutnya untuk urusan teknis video mapping sudah banyak yang memahami tetapi mengolah konten videonya masih minim.

“Seorang desainer video mapping mesti bisa menghitung bidang perspektif, animasi, dan efek wow-nya ke penonton,” tuturnya.

Dia menambahkan potensi bisnis video mapping masih besar ke depannya. Sebab para penyelenggara acara butuh sajian yang baru dan menarik bagi para penonton.

Tag : video
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top