Pilih Uang atau Utang?

Selama puluhan tahun, banyak ilmuwan dan akademisi yang berpendapat bahwa kapitalisme mengakibatkan orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin tergerus. Namun, apakah hal tersebut sepenuhnya benar?
Wike Dita Herlinda | 04 Maret 2018 17:02 WIB
Ilustrasi - Jibi/Wike D. Herlinda

Judul    : Why the Rich Are Getting Richer: Apa Sebenarnya Pendidikan Keuangan Itu?
Penulis    : Robert T. Kiyosaki
Penerbit    : Gramedia Pustaka Utama
Tebal        : 304 halaman
Cetakan    : Pertama, Februari 2018
ISBN-13    :  978-602-038-107-7

Selama puluhan tahun, banyak ilmuwan dan akademisi yang berpendapat bahwa kapitalisme mengakibatkan orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin tergerus. Namun, apakah hal tersebut sepenuhnya benar?
Jika pada dasarnya setiap orang memiliki kesempatan sama untuk menjadi kaya, mengapa hanya segelintir yang mampu mengambil peluang itu? Apakah sistem ekonomi yang berlaku di suatu negara sepenuhnya memengaruhi jalan hidup seseorang untuk mencapai kesuksesan?
Sebuah buku berjudul Why the Rich Are Getting Richer: Apa Sebenarnya Pendidikan Keuangan Itu? yang ditulis oleh Robert Toru Kiyosaki mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dari sudut pandang yang cukup menarik.
Penulis dan pebisnis Amerika berdarah Jepang itu percaya bahwa sistem pendidikan yang sebenarnya menghadirkan kesenjangan antara kalangan jetset dan kelas masyarakat lainnya. Akses terhadap pendidikan keuangan yang tepat adalah jalan bagi seseorang untuk sukses.
Robert sebenarnya pernah mengemukakan pendapatnya itu dalam buku pengelolaan keuangan pribadi terlaris sepanjang sejarah, Rich Dad Poor Dad, yang diterbitkan 2 dekade lalu. Buku tersebut mengubah cara pandang puluhan juta orang di seluruh dunia tentang uang.
Perspektifnya tentang uang dan investasi kerap bertentangan dengan pendapat umum. Namun, reputasi itulah yang menjadikan karya-karya Robert banyak dijadikan rujukan tentang pendidikan keuangan.
Di dalam buku barunya kali ini, penulis 70 tahun itu semakin memperdalam ulasan tentang penyebab kesenjangan antara si kaya dan si miskin.Dia menarasikan penjelasan mengapa orang yang suka berhemat justru memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk sukses.
Sebaliknya, dia berpendapat utang dan pajak justru membuat orang-orang kaya semakin kaya. Sudut pandangnya tersebut bisa jadi berlawanan dengan pendapat kebanyakan orang yang memegang teguh peribahasa 'hemat pangkal kaya'.
Melalui buku ini, pembaca diajak menelaah mengapa sistem pendidikan tradisional justru membuat orang yang berpendidikan tinggi sekali pun sulit menjadi kaya. Robert mengambil cerita tentang ayahnya sendiri sebagai contoh kasus.
“Di dalam buku ini, pembaca akan tahu mengapa ajaran untuk sekolah, bekerja keras, menabung, membeli rumah, keluar dari utang, dan berinvestasi untuk jangka panjang di pasar modal sebenarnya adalah nasihat keuangan yang terburuk yang diterima masyarakat,” paparnya.
Justru, Robert mengajak pembaca untuk menemukan apa itu pendidikan keuangan yang sebenarnya, yang tidak pernah diajarkan di sekolah. Pembaca akan diajak untuk melihat utang dan uang dari sudut pandang yang berbeda. Penasaran?

Tag : resensi buku
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top