Generasi Milenial dan Persahabatan

Persahabatan pada masa lalu era 1980 berbeda dengan model persahabatan yang terjadi pada masa kini atau pada generasi milenial. Secara istilah persahabatan tidak mengalami perubahan. Akan tetapi beragam proses menerjemahkan arti persahabatan saat ini berbeda dengan era orang tua generasi milenial tersebut.
Fatchiah E. Kertamuda, Dosen Psikologi Universitas Paramadina | 18 Maret 2018 19:05 WIB
Generasi milenial - Istimewa

Persahabatan pada masa lalu era 1980 berbeda dengan model persahabatan yang terjadi pada masa kini atau pada generasi milenial. Secara istilah persahabatan tidak mengalami perubahan. Akan tetapi beragam proses menerjemahkan arti persahabatan saat ini berbeda dengan era orang tua generasi milenial tersebut.

Istilah persahabatan atau pertemanan merupakan istilah yang menunjukkan perilaku kerja sama yang saling mendukung antara dua atau lebih orang. Dari istilah tersebut diketahui bahwa persahabatan memiliki arti yang luas dimana perilaku yang ditunjukkan tentunya akan beragam, dapat berupa aktivitas, kegiatan dalam perilaku yang saling menolong dan mendukung satu sama lainnya.

Bagaimana bentuk persahabatan mereka saat ini? Apa aktivitas dan kegiatan yang mereka lakukan? Masih pentingkah peran teman dan sahabat bagi generasi milenial? Kalau penting, perilaku apa saja yang mereka inginkan dari temannya? Begitu beragam pertanyaan yang akan dimunculkan karena melihat para remaja generasi milenia lebih banyak melakukan aktivitasnya melalui media sosial.

Beberapa elemen dari persahabatan, menurut Olson & DeFrain (2006), di antaranya kesenangan, kepercayaan, dan penerimaan. Tiga hal ini terlihat sangat berkaitan erat pada masa remaja dan bentuk pertemanan yang dilakukan mereka.

Kesenangan menjadi faktor penting dalam persahabatan. Hal ini karena sebagian besar waktu remaja adalah melakukan kegiatan bersama-sama yang mengarah kepada aktivitas memenuhi kesenangan mereka. Kegiatan tersebut di antaranya bermain bersama, jalan-jalan dan nonton bersama, olah raga bersama dan beberapa kegiatan lain yang mengarah kepada aktivitas yang menyenangkan buat mereka sebagai remaja.

Perbedaan aktivitas yang dilakukan generasi milenial berbeda jika dilihat dari aktivitas 'fisik' kebersamaan. Seperti generasi sebelumnya, kegiatan atau aktivitas fisik yang dilakukan, seperti  makan dan jalan bareng dengan keceriaan saling berinteraksi dengan tetap melakukan tatap muka secara langsung.

Sebaliknya, generasi milenial, cenderung aktivitas mereka terlihat dari aktivitas melalui media sosial  yang selalu up to date, seperti meng-'upload' foto kegiatan kebersamaan saat makan dan atau kegiatan lainnya yang menunjukkan aktivitas yang menyenangkan. Segala kegiatan mereka dalam sekejap dapat diakses dan tersebar melalui media sosial.

Elemen persahabatan lainnya adalah kepercayaan. Kepercayaan menjadi kunci dalam kelanggengan dan kelangsungan kehidupan pertemanan mereka. Setiap remaja pasti akan sangat senang jika sesama mereka saling memberikan kepercayaan satu sama lain. Kepercayaan, dalam persahabatan usia remaja, menjadi utama dari generasi terdahulu hingga ke generasi milenial saat ini. Soal kepercayaan tetap menjadi sangat penting bagi mereka. Sekali salah satu dari remaja tersebut merasa dikhianati oleh teman sebayanya akan berdampak pada kelangsungan persahabatan mereka. Persahabatan yang telah mereka bina tentu akan terkena efek dari ketidakpercayaan salah satu dari mereka.

Elemen ketiga adalah penerimaan. Membentuk pola perilaku yang saling menolong, membantu dan kepedulian satu sama lain itu tidak mudah. Sudah pasti akan melalui proses dan tahapan sehingga dua orang yang dalam persahabatan itu bersedia melakukannya. Adakala dalam persahabatan timbul konflik ataupun adu argumen untuk mencapai suatu kesepakatan atau dalam pengambilan keputusan.

Apabila hubungan mereka tidak dilengkapi dengan saling memahami dan pengertian maka hubungan persahabatan tentu tidak akan dapat terwujud. Oleh karena itu, salah satu elemen penting dalam persahabatan adalah penerimaan. Dalam persahabatan, teman saling menerima satu sama lain dan dalam keadaan apa pun (baik suka maupun duka) mereka akan terus saling mendukung.

Sekali pun ada kegiatan yang mereka lakukan bersama, seperti jalan bareng, nonton bareng, makan bareng bila dicermati ada keterbatasan dari mereka dalam hal interaksi sosialnya. Kegiatan “bersama” yang mereka lakukan terasa berbeda dari generasi sebelumnya. Perbedaan itu terlihat dari “ketenangan” alias tanpa suara karena semua berdialog melalui gadget. 

Generasi milenial merupakan generasi yang telah dimanja oleh kecanggihan teknologi yang semakin marak berkembangnya. Remaja semakin canggih berselancar dan berkomunikasi melalui gadget tersebut. 

Peran gadget sangat tinggi dalam kehidupan remaja milenial ini. Sepertinya, hidup remaja saat ini tidak terlepas dari gadget, dan tiada hari dapat gadget.

Dua Sisi

Ada sisi positif dan negatif yang terjadi dalam persahabatan remaja saat ini. Sisi positifnya memang mereka dapat terkoneksi dengan banyak bentuk pertemanan atau persahabatan, dan juga dengan cepat mereka memperoleh informasi dalam waktu singkat.

Akan tetapi, ada sisi negatif jika kecenderungan ketergantungan remaja pada gadget. Remaja yang bergantung pada gadget akan mengalami  hambatan saat dia melakukan interaksi sosial dan komunikasi dengan lingkungan 'nyata'. Interaksi dan komunikasi  bertatap muka yang mereka gunakan adalah dengan menampilkan icon atau 'emoticon' atau simbol yang terdapat di gadget mereka. Dalam persahabatan, terjadi  ketidakjujuran sosial di antara mereka. Artinya, simbol yang ditunjukkan dalam persahabatan sifatnya semu, dan terkadang tidak sesuai dengan apa yang benar-benar terlihat bila dilakukan  secara langsung.

Bagi remaja saat ini, memang tidak mudah membina dan mempertahankan hubungan persahabatannya. Perbedaan pendapat dalam persahabatan merupakan hal yang wajar dan ini tentu akan terlihat kualitas dari persahabatan mereka. Rose (2002) menyebutkan bahwa kualitas persahabatan terbaik terlihat dari dukungan dan cara remaja mengungkapkan dirinya pada temannya jika mereka dihadapkan pada masalah.

Istilah remaja adalah teman sebagai tempat 'curhat'. Agar dapat terus menerus menjalin tali persahabatan, remaja generasi milenial perlu untuk tetap mempertahankan nilai-nilai seperti kepercayaan dan penerimaan. Hal ini penting agar mereka dapat melakukan kegiatan dan aktivitas yang menyenangkan dan dapat memberikan manfaat buat diri sendiri dan juga generasi selanjutnya.

Tag : generasi milenial
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top