Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dokter Nani Rancang Metode Terkini Latihan Fisik Penderita Diabetes

Adapun keutamaan dari program ini adalah pada kombinasi dua jenis latihan dengan peningkatan intensitas bertahap, baik HIIT maupun latihan beban.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 01 Juni 2018  |  22:29 WIB
Dokter Nani Rancang Metode Terkini Latihan Fisik Penderita Diabetes
Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jalan Salemba, Jakarta. - JIBI/Yoseph Pencawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia akan mempromosikan gelar Doktor kepada Nani Cahyani menyusul rampungnya disertasi dokter ini yang berjudul Pengembangan Program Latihan Fisik Terstruktur Berbasis Kondisi Pasien dalam Tatalaksana Diabetes Melitus Tipe 2.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam, promosi tersebut akan dilakukan dalam Sidang Terbuka Universitas Indonesia pada Senin (4/6) pukul 13.30 WIB di Ruang Auditorium Lantai 3 Gedung IMERI FKUI, Jl. Salemba Raya, Jakarta.

Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh dari FKUI, dalam disertasinya dr. Nani Cahyani, SpKO menyatakan bahwa berbagai bentuk latihan fisik (exercise) untuk mendukung tatalaksana DM tipe 2 telah diteliti dapat menurunkan biaya kesehatan.

Namun, implementasi latihan fisik dalam penatalaksanaan DM tipe 2 masih rendah, terutama disebabkan belum lengkapnya petunjuk rinci program latihan maupun acuan pelaksanaannya.

Karena itu, melalui penelitian dua tahap dia melakukan perancangan latihan fisik berbasis kondisi pasien DM tipe 2 yang kemudian dievaluasi efeknya dengan randomized controlled trial (RCT). Hal ini agar dapat diperoleh program latihan yang dipastikan aspek keamanannya, efektif dan bermanfaat sebagai pilihan penyandang DM tipe 2.

"Program latihan yang dirancang mengombinasikan high intensity interval training (HIIT) tiga kali, dan latihan beban dua kali per minggu."

Adapun keutamaan dari program ini adalah pada kombinasi dua jenis latihan dengan peningkatan intensitas bertahap, baik HIIT maupun latihan beban. Setiap siklus interval training dalam HIIT terdiri atas high intensity exercise (HIE) dengan target beban 85%VO2max selama 1 menit, diikuti 4 menit low intensity exercise (LIE).

Latihan beban terdiri atas sembilan latihan untuk batang tubuh, ekstremitas atas dan bawah. Adapun keseluruhan latihan dirancang untuk dilaksanakan dalam 12 minggu, yang juga dilengkapi dengan edukasi terprogram setiap bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia kedokteran Fakultas Kedokteran
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top