Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Metode Latihan Fisik Diabetes Rancangan Dokter Nani, Penderita Diyakini Jadi Lebih Bugar

Kombinasi HIIT dan latihan beban ini, menurutnya, merupakan program latihan yang pertama kali berhasil memperlihatkan peningkatan kebugaran, perbaikan pengendalian glikemik dan penurunan stres oksidatif secara komprehensif.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 01 Juni 2018  |  22:47 WIB
Metode Latihan Fisik Diabetes Rancangan Dokter Nani, Penderita Diyakini Jadi Lebih Bugar
Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jalan Salemba, Jakarta. - JIBI/Yoseph Pencawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia akan mempromosikan gelar Doktor kepada Nani Cahyani menyusul rampungnya disertasi dokter ini yang terkait dengan tatalaksana diabetes melitus tipe 2.

Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh dari FKUI, dalam disertasinya dr. Nani Cahyani, SpKO menyatakan bahwa berbagai bentuk latihan fisik (exercise) untuk mendukung tatalaksana DM tipe 2 telah diteliti dapat menurunkan biaya kesehatan.

Namun, implementasi latihan fisik dalam penatalaksanaan DM tipe 2 masih rendah, terutama disebabkan belum lengkapnya petunjuk rinci program latihan maupun acuan pelaksanaannya. Karena itu, melalui penelitian dua tahap dia melakukan perancangan latihan fisik berbasis kondisi pasien DM tipe 2 yang kemudian dievaluasi efeknya dengan randomized controlled trial (RCT).

"Program latihan yang dirancang mengombinasikan high intensity interval training (HIIT) tiga kali, dan latihan beban dua kali per minggu."

Kombinasi HIIT dan latihan beban ini, menurutnya, merupakan program latihan yang pertama kali berhasil memperlihatkan peningkatan kebugaran, perbaikan pengendalian glikemik dan penurunan stres oksidatif secara komprehensif.

Penurunan stres oksidatif juga diikuti penurunan pembentukan radikal bebas dan peningkatan aktivitas pembentukan antioksidan. Karena itu, dia meyakini latihan ini aman dan berpotensi dapat mengendalikan komplikasi lanjut penyakit DM tipe 2.

Selain dari rancangan pembebanan yang meningkat bertahap, efek latihan akan tercapai dengan didukung supervisi latihan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga. Dokter akan memastikan setiap peserta latihan dalam kondisi siap berlatih dan melakukan pemantauan pembebanan setiap sesi latihan.

Dengan hasil penelitian ini, kombinasi HIIT dan latihan beban dapat menjadi pilihan protokol latihan fisik terstruktur bagi penyandang DM tipe 2 berusia 35–64 tahun tanpa komplikasi berat. Dan juga dengan melaksanakan latihan di fasilitas yang memiliki treadmill atau ergocycle serta peralatan untuk latihan beban.

Karena itu dia berharap fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam tatalaksana DM tipe 2 di Indonesia dapat ikut menyiapkan pasien yang memenuhi persyaratan dan mempunyai akses ke tempat latihan.

Adapun arah penelitian lanjutan dari ini adalah mendapatkan bukti pendukung yang melengkapi pemandirian pelaksanaan latihan fisik terstruktur dan pelaksanaan latihan dengan alternatif peralatan lain, termasuk peralatan yang lebih sederhana.

"Semoga penelitian ini dapat berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia kedokteran Fakultas Kedokteran
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top