"Gemintang", Lakon Cinta Terbaru dari Teater Koma

Teater Koma yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pementasan terbaru bertajuk Gemintang.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 25 Juni 2018 14:57 WIB
Seluruh pemain dan pendukung pementasan Gemintang oleh Teater Koma. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Teater Koma yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pementasan terbaru bertajuk "Gemintang".

Lakon ini merupakan produksi ke-153 Teater Koma dan juga sebagai pentas besar pertama Teater Koma pada 2018. "Gemintang" akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 29 Juni-8 Juli 2018.

“Dalam lakon terbarunya, Gemintang, Teater Koma ingin menyampaikan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan demi kemajuan sebuah bangsa. Tentunya kami berharap agar pesan moral dalam lakon ini dapat tersampaikan dengan baik kepada para penonton dan dapat menjadi sajian yang menghibur serta mengedukasi,” ujar Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (25/6/2018).

"Gemintang" mengisahkan Arjuna, seorang astronom yang mengharap cinta Sumbadra. Kepada Sumbadra, Arjuna sungguh mendamba.

Ini bukan cinta orang biasa. Nama asli Sumbadra adalah Ssumphphwttsspahzaliapahssttphph dan dia berasal dari planet Ssumvitphphpah, yang berjarak 12 miliar tahun bumi. Walaupun begitu, Arjuna mantap membawa Sumbadra untuk menemui keluarganya.

Wibowo, ayah Arjuna, adalah seorang tokoh partai yang menjadi anggota Dewan Rakyat. Dia juga seorang koruptor.

Kini, dia tahu, bahwa jejaknya sudah terlacak dan pihak yang berwenang mulai bersiap menggerebeknya. Di saat itulah, Arjuna datang memperkenalkan Sumbadra kepada Wibowo sekeluarga.

Bagaimana reaksi Wibowo dan keluarganya terhadap tamu istimewa tersebut? Apakah Arjuna dan Sumbadra bisa bersatu?

“Lakon Gemintang terjadi di sebuah negeri di mana manusia sudah melupakan ilmu pengetahuan dan mengabaikan pendidikan, lalu hanya bisa melakukan tindakan korupsi. Ketika kekuasaan dan kekayaan menjadi tujuan akhir, banyak orang yang rela melakukan segala cara untuk meraihnya. Apa yang terjadi ketika generasi muda mencoba memberontak, melepaskan diri dari jerat kebobrokan generasi sebelumnya. Inilah kisah manusia yang mencari cinta di negeri tanpa cinta,” terang penulis naskah dan sutradara "Gemintang" Nano Riantiarno.

Pementasan "Gemintang" dimeriahkan penampilan Budi Ros, Ratna Riantiarno, Idris Pulungan, Salim Bungsu, Rita Matu Mona, Daisy Lantang, Dana Hassan, Suntea Sisca, Andhini Puteri, Ina Kaka, Bayu Dharmawan, Dodi Gustaman, Sir Ilham Jambak, Julung Zulfi, Sekar Dewantari, Bunga Karuni, Febri Siregar, Joind Bayuwinanda, Tuti Hartati, dan Rangga Riantiarno.

Pentas ini juga melibatkan rekrutan baru yang sebelumnya mengikuti program Pembekalan Anggota Teater Koma (PATEKO) pada awal 2018.

Selain mendukung pertunjukan, Bakti Budaya Djarum Foundation juga berpartisipasi dalam program apresiasi seni pertunjukan Teater Koma, yaitu sebuah program yang bertujuan untuk mengajak 150 pekerja seni teater, guru, dan mahasiswa di Jakarta untuk menonton pertunjukan Teater Koma.

Program ini diharapkan dapat memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat terutama yang belum pernah menonton karya Teater Koma sebelumnya, sehingga mereka menemukan referensi mengenai sajian artistik serta konsep dramaturgi yang detil dari karya Teater Koma.

Lakon "Gemintang" akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta TIM setiap hari pukul 19.30 WIB kecuali hari Minggu, 1 dan 8 Juli 2018, pukul 13.30 WIB.

Tag : teater
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top