Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berat Badan Tiba-Tiba Naik Tanpa Makan Berlebih? Cek Kemungkinan Ini

Banyak faktor yang bisa membuat berat badan naik. Namun, jika kenaikannya terjadi secara tiba-tiba tanpa mengkonsumsi makanan secara berlebih, ada baiknya Anda merunut apa yang sedang terjadi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2018  |  08:37 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak faktor yang bisa membuat berat badan naik. Namun, jika kenaikannya terjadi secara tiba-tiba tanpa mengkonsumsi makanan secara berlebih, ada baiknya Anda merunut apa yang sedang terjadi.

Jika Anda atau rekan Anda mengeluhkan berat badan yang tiba-tiba naik walau asupan makanan tak berlebihan, bisa jadi ada salah satu penyebabnya ada di bawah ini:

1. Gangguan tiroid

Jika produks hormon dari kelenjar tiroid tidak cukup, Anda bisa mengalami hipotiroidisme. Di antara berbagai gejalanya, pertambahan berat badan yang tidak dijelaskan dan rendahnya level energi menjadi gejala yang paling sering terjadi.

Kondisi ini bila berlangsung lama bisa berbahaya bagi Anda. Oleh karenanya, setelah terdiagnosa mengalami hipotiroidisme, Anda akan mendapatkan pengobatan untuk membantu mengompensasi tiroid yang tak aktif.

Bila dosis obat yang diberikan tepat, berat badan akan kembali normal.

2. Insomnia Ahli kesehatan menyarankan orang dewasa bisa tidur 7-9 jam per hari (saat malam). Masih terjaga hingga larut malam bisa meningkatkan rasa lapar dan ini menuntun orang makan saat larut.

Studi menunjukkan bahwa semalam saja kurang tidur bisa menyebabkan perubahan dalam tubuh luasnya ruang penyimpanan lemak.

Dengan kata lain, kurang tidur menyebabkan kenaikan berat badan dengan cara mengurangi protein yang merupakan komponen utama otot.

3. Depresi

Dalam banyak kasus, depresi mungkin disertai perubahan berat badan - kadang-kadang naik dan terkadang naik kembali.

Ada kemungkinan penderita depresi menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dan akibatnya penderita menjadi kurang bergerak.

Bisa juga dia justru makan lebih banyak untuk mengatasi suasana hati yang bermasalah. Makanan yang dipilih justru tidak sehat dan mengadung tinggi kalori.

Belinda Needham, asisten profesor di University of Alabama di Birmingham, mengatakan ada peningkatan produksi hormon stres kortiso, akibat gangguan mood. Kadar kortisol yang lebih tinggi, bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

4. Penyakit Cushing

"Cushing biasanya berhubungan dengan rendahnya energi dan komplikasi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi," kata Dr. Reshmi Srinath, asisten profesor endokrinologi, dan penyakit tulang dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai.

Penambahan berat badan yang berlebihan disertai adanya stretch mark merah di sekitar area perut adalah pertanda yang kuat kondisi ini.

Srinath mencatat penderita hanya bertambah gemuk di bagian tengah dan belakang leher mereka, sementara lengan dan kaki mereka tetap ramping.

Jika Anda mengalami tanda-tanda ini, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Demikian seperti dilansir Medical Daily.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

berat badan

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top