Facial Overfilled Syndrome Mulai Banyak Terjadi di Indonesia

Para perempuan yang ingin mendapatkan bentuk wajah ideal dengan metode penyuntikan filler diminta lebih berhati-hati jangan sampai berlebihan sehingga mengganggu kecantikan wajah.
Ema Sukarelawanto | 13 September 2018 17:53 WIB
Sindrome facial overfilled syndrome membuat wajah terlihat tidak ideal, tidak proporsional, dan tidak natural. - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, MANGUPURA—Para perempuan yang ingin mendapatkan bentuk wajah ideal dengan metode penyuntikan filler diminta lebih berhati-hati jangan sampai berlebihan sehingga mengganggu kecantikan wajah.

Lanny Juniarti, Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, mengatakan saat ini mulai banyak terjadi kasus facial overfilled syndrome atau perubahan kondisi wajah seseorang yang terlalu berlebihan menerima suntikan filler.

“Sindrome ini membuat wajah terlihat tidak ideal, tidak proporsional, dan tidak natural,” katanya, Kamis (13/9/2018).

Menurut Lanny salah satu sindroma jenis ini yang paling banyak terjadi adalah kasus pillow face,  yakni terlalu banyaknya cairan filler yang diinjeksikan pada area pipi sehingga tampak lebih menonjol dan terlihat tembam.

Ia menyebut sindroma ini banyak terjadi di berbagai negara dan kini sudah mulai banyak dialami wanita Indonesia, bahkan juga menimpa sejumlah selebritas.

Kata dia tren mengubah bentuk wajah memang kian diminati wanita seiring dengan perkembangan teknologi, termasuk era digital yang membuat seseorang ingin selalu eksis di media sosial.

Lanny mengingatkan bahwa tujuan dari face reshaping adalah membuat wajah lebih tirus, ideal, proporsional, dan harmoni, sehingga secara visual tampak lebih menarik.

Namun, jika berlebihan akan terjadi sebaliknya, membuat karakter wajah berubah dan bahkan seperti menjadi orang lain.

Dia mengatakan para dokter kecantikan di klinik Miracle bisa menolak kemauan pelanggan jika menginginkan injeksi berlebihan, karena dalam pembentukan wajah klinik ini berpatokan agar wajah selaras, berimbang, dan simetris.

Lanny menuturkan dalam melakukan ‘face shapping’ harus diketahui jenis perawatan mana yang tepat untuk setuap karakter wajah.

“Penting untuk diperhatikan agar tampilan wajah menjadi proporsional, tetapi tetap terlihat natural. Tanpa memperhitungkan rasio-rasio kecantikan dalam ilmu estetika dan memperhatikan karakter wajah seseorang, hasil ‘face reshapping’ akan tampak tidak alami,” tuturnya.

 

Tag : kecantikan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top