Orangtua, Begini Cara Mendeteksi Bayi Sakit Asma

Asma adalah penyakit pernapasan di are bronkus paru-paru akibat alergi dan genetik, maka penting bagi para ibu dan calon ibu mendeteksi potensi asma pada bayi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 12 Oktober 2018 11:04 WIB
Ilustrasi - Sheknows

Bisnis.com, JAKARTA - Asma adalah penyakit pernapasan di are bronkus paru-paru akibat alergi dan genetik, maka penting bagi para ibu dan calon ibu mendeteksi potensi asma pada bayi.

Dikutip dari Boldsky.com, para ibu perlu berhati-hati dengan kebiasaan yang dilakukan selama hamil sebab mas tersebut akan sangat berdampak pada bayi. Seorang bayi membawa genetik ayah maupun ibu. Tidak hanya secara tampilan dan karakter, tetapi juga alergi.

Dari semuanya, ada satu yang paling besar disebabkan oleh alergi dalam genetik yakni asma. Apa itu asma?

Asma adalah kondisi radang tabung bronkus yang disebabkan oleh alergi atau infeksi. Ini menyebabkan kesulitan penderita asma bernapas. Meskipun asma ini umum menyerang orang dewasa, para dokter juga menemukan tinggi kasus asma pada bayi. Dalam kondisi yang cukup parah, saluran pernapasan membengkak dan memblokir aliran udara.

Apa gejala awal bayi menderita asma?

Asma bisa sangat berbahaya jika tak diatasi tepat waktu. Maka, penting untuk melihat tanda-tanda awal untuk mengantisipasi serangan asma. Bayi memiliki saluran udara yang lebih kecil dari orang dewasa yang membuat penanganan lebih berisiko.

Berikut beberapa ciri bayi yang terindikasi menderita asma:

1. Kesulitan bernapas

Jika menyadari bayi Anda membutuhkan kekuatan lebih untuk bernapas, itu bisa mengidentifikasi bayi menderita asma. Umumnya, perut bayi juga terlibat dalam proses pernapasan. Jika menemukan perut bayi bergerak sangat cepat saat bernapas, Anda bisa segera mengeceknya.

2. Batuk

Ini adalah ciri lain dari asma. Kita umumnya batuk untuk menghilangkan ruang udara di tenggorokan. Batuk yang berlebih mengindikasi adanya sesuatu yang menghalangi pernapasan, kemungkinan ada pembengkakan pada saluran pernapasan.

3. Napas Berbunyi

Ini adalah ciri nafas yang mengganggu dengan bunyi yang tak wajar. Jikamenyadari bayi Anda mengalami napas yang berbunyi, sudah saatnya ada mengecek ke dokter.

4. Kesulitan makan

Jika bayi tidak lagi memiliki nafsu makan yang tinggi, atau bahkan dan cenderung mengisap sesuatu saja, kondisi itu berpotensi mengurangi asupan oksigen bagi mereka. Meskipun kurang nafsu makan belum tentu gejala asma, namun untuk memastikan anda perlu memeriksa gejala itu kepada tim medis.

Bagaimana mengetes bayi  sakit asma?

Meskipun tahu sejumlah gejala asma pada bayi yang disebutkan di atas, belum tentu bayi Anda terserang asma. Sebelum berasumsi, penting bagimelakukan pemeriksaan oleh tim medis yang lebih ahli untuk melakukan tes apakah bayi anda terbukti menderita asma.

Diagnosis asma pada bayi juga agak menjebak. Tes yang dilakukan atas paru umumnya dntuk mendiagnosis asma bagi anak usia dini. Meskipun begitu, tes ini tidak memungkinkan bagi bayi.

Dokter akan bergantung pada informasi yang diberikan dan berdasarkan gejala yang mungkin Anda temukan. Jika meyakinkan, gejala batuk pada bayi dipicu oleh beberapa jenis makanan atau bebauan, atau itu memang karena kesulitan bernapas. Penting untuk memberikan informasi sebanyak mungkin kepada dokter untuk membantu dia melakukan diagnosa.

Ada dua tes yang bisa mengidentifikasi apakah bayi Anda menderita asma atau tidak yakni tes spiromerty dan methacoline. Pada tes spirometry, udara yang keluar bisa mengindikasi tentang pola kerja saluran pernapasan.

Sementara tes methacholine melibatkan bronchoprovocation dan jika hasilnya negatif, asma dikesampingkan.

Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan rontgen dada untuk pemeriksaan rinci pada jantung dan paru-paru. Jika dokter mencurigai asma, mereka mungkin meresepkan beberapa obat asma untuk melihat bagaimana bayi Anda akan meresponnya. Jika gejala mereda setelah pengobatan, dokter dapat menyimpulkannya sebagai asma.

Apa saja metode penyembuhan yang tersedia?

Bayi yang menderita asma akan membutuhkan lebih banyak perhatian dan perawatan. Ada banyak pengobatan yang bisa mengobati asma pada bayi. Menggunakan inhaler adapah salah satu metode umum mengatasi asma pada bayi. Meskipun ada beberapa bayi yang tidak cocok, namun dengan memastikan anda menjaga dia bisa memberikan pertolongan.

Inhaler secara tepat membantu saluran pernafasan lancar dan mengatasi pembengkakan. Bersama dengan pengobatan, penting untuk mengenak penyebab pasti kondisi bayi. Anda haeus menjauhkan mereka dari apapun yang memicu asma kambuh, misalnya debu, rokok, dan serbuk.

Bisakah bayi tumbuh dengan asma?

Gejala asma bisa kembali muncul dan hilang. Saat asma menghilang, itu bisa kembali dalam beberapa tahun selanjutnya.

Meski begitu, bayi dengan asma bisa menderita sakit ini sepanjang hidup mereka. Maka penting mendeteksi asma lebih awal agar bisa menyusun rencana perawaran. Namun, penting juga memahami pemicu asma pada bayi  dan memastikan mereka jauh dari itu. Ini bukan hanya untuk mengurangi potensi mereka terserang asma, namun juga memberikan kehidupan yang normal bagi bayi Anda saat tumbuh.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asma, sakit

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top