8 Kondisi Penderita Depresi yang Perlu Anda Tahu

Banyak orang yang terlihat baik-baik saja dalam aktivitas sehari-hari namun ternyata menderita depresi tingkat tinggi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 19 Oktober 2018 00:40 WIB
Depresi - cadasorg
Bisnis.com, JAKARTA - Banyak orang yang terlihat baik-baik saja dalam aktivitas sehari-hari, namun ternyata menderita depresi tingkat tinggi.
 
Dr. Carol A. Bernstein, profesor psikologi dan neurologi di NYU Langone Health mengatakan depresi dan kecemasan sangat berbeda bagi setiap orang. Depresi tingkat tinggi juga umumnya tak masuk kategori secara medis. 
 
Orang dapat mengalami depresi, tetapi soal lama depresi, dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupan, sehingga tak ada bedanya antara depresi dengan depresi tingkat tinggi. Pada 2016, ada 16,2 juta orang Amerika yang mengalami depresi tinggi.
 
Namun, bagaimana cara penyintas depresi melalui hari demi hari sesungguhnya tidak mudah. Berikut beberapa hal yang ingin dikatakan penyintas depresi untuk hidup dan bekerja ketika mengalami depresi tingkat tinggi dikutip dari  healthline.com:
 
1. Anda merasa selalu berpura-pura
Kita mengenal soal imposter syndrome, seseorang merasa  berpura-pura dan tidak bersama dalam keadaan baik seperti orang pikirkan. Anda menjadi seseorang yang seolah memainkan diri sendiri, bersandiwara di tengah banyak orang untuk melihat baik-baik saja.
 
2. Perlu Membuktikan Diri dan Berjuang 
Hidup dengan depresi tingkat tinggi itu sulit. Meskipun kamu bisa pergi ke kantor dan menyelesaikan tugas dengan baik, menjalankan hidup, namun Anda tidak mengeluarkan potensi seluruhnya. Sebenarnya, tidak semua orang akan percaya Anda berjuang, karena kehidupan Anda tidak runtuh seluruhnya. Umumnya, orang yang menderita kesehatan mental membutuhkan dukungan yang tepat sesuai kebutuhan.
 
3. Hari yang baik sesungguhnya relatif
Seorang pria bernama Christian, yang bekerja sebagai software trainer mengatakan hari yang baik adalah bisa bangun sesuai alarm, mandi, dan merias diri. Dia bisa menjaga diri di tengah orang-orang, terutama sebagai software trainer. Dia harus bisa menutupi kecemasan. Hari yang baik menurur dia adalah kondisi mental yang jelas dan produktif.
 
4. Hari Buruk Juga Tak Terhindarkan
Untuk hari yang buruk, seseorang juga akan melalui hal yang sama dari mulai bangun pagi dan pergi mandi. Namun seseorang akan lebih merias diri lebih keras untuk bisa mengelabui orang dari hal buruk yang dialami. Ketika selesai beraktivitas pada hari yang buruk seseorang akan memanjakan diri dengan bermain media sosial atau pergi makan di restoran.
 
5. Menyerap Energi Berlebih
Hari yang buruk menyerap energi yang sangat tinggi. Umumnya di tengah hari buruk pekerjaan yang diselesaikan juga tak optimal. Seseorang membutuhkan lebih banyak ruang bebas untuk mengontrol kembali pikirannya. Seorang penyintas depresi mudah frustasi dengan rekan kerjanya. Sekalipun tidak ada jalan keluar dari masalah itu saat menghadapi hari buruk seseorang akan lebih kritis terhadap dirinya sendiri. Oleh sebab itu, pada situasi buruk, seseorang yang mengalami depresi di tengah hari buruk akan lebih memprioritaskan tugasnya dan menekan dirinya sendiri.
 
6 Berjuang untuk Fokus
Kadangkala ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan. Ada yang membutuhkan waktu seharian untuk mengerjakan beberapa hal kecil. Pekerjaan sebagai PR misalnya bisa mengantarkan seseorang terserang depresi karena perusahaan yang menuntut kompetisi menjadi terdepan. Seorang penulis misalnya, sembari menulis memiliki kesedihan yang berteriak keras dalam dirinya. Namun terkadang kondisi ini malah menunjang penulisan yang diinginkan pembaca karena emosi yang mendalam meski cukup menyeramkan.
 
7. Sangat Melelahkan
Hidup dengan depresi menghabiskan hari-hari yang seharusnya dijalani dengan tersenyum dan tertawa. Hidup dengan depresi dan pikiran bahwa diri Anda tidak berguna sebenarnya membuang-buang waktu. Maka, lakukanlah semua kekuatan untuk membuktikan pikiran itu salah. Jadilah yang terbaik sebagai anak, sebagai karyawan, dan lainnya. Dalam kondisi itu kerjakanlah sesuatu yang membuat seseorang lain merasa lebih baik juga.
 
8. Meminta Bantuan
Seorang travel agent bernama Kate mengatakan meminta bantuan orang bukan pertanda Anda lemah. Ketika dia mengalami depresi, banyak menghabiskan waktu minum-minuman keras dan menghabiskan waktu 6 minggu untuk rehab. Mintalah bantuan saat mengalami gangguan kesehatan mental. Pengobatan medis juga bisa membantu mengelola tingkat  stres supaya bisa lebih baik.
 
 
Tag : kesehatan, sakit jiwa
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top