2040, Peringkat Harapan Hidup Dunia Berubah Drastis

Peringkat harapan hidup negara-negara di dunia diprediksi akan berubah drastis pada 2040. Kabar baiknya, angka harapan hidup sebagian besar negara akan mengalami peningkatan.
Aprianus Doni Tolok | 24 Oktober 2018 04:22 WIB
Aerobik - amazine.co

Bisnis.com, JAKARTA - Peringkat harapan hidup negara-negara di dunia diprediksi akan berubah drastis pada 2040. Kabar baiknya, angka harapan hidup sebagian besar negara akan mengalami peningkatan.

Menurut data yang baru-baru ini dirilis dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), negara yang diperkirakan akan mengalami penurunan peringkat adalah AS. Pada 2040 angka harapan hidup AS memang naik 1,1 tahun dari 2016 yakni menjadi 78,7 tahun.

Namun secara peringkat AS akan anjlok ke posisi 64 dari 195 negara atau turun 21 peringkat dari posisi 43.

Penurunan di AS adalah yang terbanyak untuk negara-negara berpenghasilan tinggi. Harapan hidup di AS diperkirakan hanya sedikit lebih baik daripada Bangladesh, negara dengan pendapatan yang jauh lebih rendah darinya.

Namun, Bangladesh justru akan membuat langkah signifikan memiliki 6,7 tahun lebih banyak dalam rentang hidup rata-rata pada tahun 2040.

Sedangkan China yang memiliki angka harapan hidup 76,3 tahun pada 2016, diperkirakan akan meningkat menjadi 81,9. Peringkatnya pun akan naik dari 68 ke 39 pada 2040.

Sementara China diperkirakan akan masuk ke dalam peringkat 40 besar, justru Kuwait, Taiwan, dan Maladewa akan tersingkir dari jajaran 40 besar peringkat harapan hidup terpanjang.

Spanyol yang menduduki peringkat 4 pada 2016, diprediksi akan menggeser Jepang sebagai pemuncak angka harapan hidup. Negeri matador itu akan ditempel oleh Singapura dan Swiss dengan angka di atas 85.

Direktur ilmu data IHME Kyle Foreman mengatakan bahwa masa depan kesehatan dunia bukan sebuah takdir, tetapi ada banyak faktor yang akan mempengaruhi.

“Tapi apakah kita melihat kemajuan yang signifikan atau stagnasi tergantung pada seberapa baik atau buruk sistem kesehatan mengatasi pendorong kesehatan utama," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg (20/10/2018)

Dia menilai lima faktor kesehatan yang menjadi penyebab sebagian besar kematian dini adalah tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh tinggi, gula darah tinggi, penggunaan tembakau, dan penggunaan alkohol.

Sedangkan polusi udara yang menempati peringkat ke-6 akan menjadi topik utama konferensi global World Health Organization (WHO) pada akhir Oktober 2018. Menurut data, sekitar 7 juta korban jiwa jatuh per tahun karena polusi udara.

Sumber : Bloomberg

Tag : harapan hidup
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top