Ini Sebabnya Sulit Mendeteksi Gejala Diabetes pada Ibu Hamil

Tanda dan gejala diabetes saat hamil atau diabetes gestasional sulit dideteksi karena ibu hamil tanpa diabetes pun mengalami gejala yang sama, seperti mual, lelah, mudah lapar, atau kesemutan.
Newswire | 25 Oktober 2018 18:33 WIB
Ilustrasi - Tapchiphunu

Bisnis.com, JAKARTA - Lelah dan mudah lapar termasuk gejala umum penderita diabetes. Namun, bukan perkara mudah untuk mendeteksi diabetes pada ibu hamil.

Tanda dan gejala diabetes saat hamil atau diabetes gestasional sulit dideteksi karena ibu hamil tanpa diabetes pun mengalami gejala yang sama, seperti mual, lelah, mudah lapar, atau kesemutan.

Meski begitu, ibu hamil harus mewaspadai sembilan tanda dan gejala diabetes, yakni:

  • sering BAK (buang air kecil)
  • sering haus
  • mudah lapar
  • mudah lelah
  • berat badan menurun
  • mata buram
  • mual
  • luka sulit sembuh, dan
  • kesemutan

Hal itu disampaikan dr. Merwin Tjahjadi, Sp.OG dalam presentasinya di Small Group Media Discussion RSPI bertema "Diabetes dan Kehamilan" di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Ia menyebutkan bahwa satu dari 10 wanita menderita diabetes. Diabetes merupakan penyebab kematian wanita tertinggi nomor 9 di dunia.

"Separuh dari wanita yang menderita diabetes gestasional itu berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram) dan bayi besar (lebih dari 4.000 gram) dan bayi tersebut berisiko 1,5 kali terkena DM tipe 2 saat usia dewasa," ungkap dr Merwin.

Menurut WHO, sambungnya, insiden diabetes dalam kehamilan di Indonesia adalah 1,9% hingga 3,6%. Sementara frekuensi diabetes pada kehamilan yang tak terdeteksi berkisar antara 10% hingga 25%.

"Saat hamil terjadi perubahan metabolisme, hormon, berat badan, maupun pola makan. Berkaitan dengan diabetes, sensitivitas hormon insulin pada ibu hamil itu menurun 45% hingga 70% dibanding ibu tidak hamil," imbuh dr. Merwin.

Oleh karena itu, dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah ini menyarankan agar ibu yang memiliki faktor risiko, seperti obesitas, riwayat diabetes melitus sebelumnya, riwayat keluarga dengan diabetes, abortus berulang, riwayat melahirkan dengan cacat bawaan atau bayi lebih dari 4.000 gram, dan riwayat pre-eklampsia untuk memeriksakan kadar gula darah mereka.

"Periksalah glukosa darah sewaktu atau glukosa darah puasa saat kunjungan antenatal pertama. Sedangkan, untuk wanita hamil tanpa riwayat DM dan tanpa faktor risiko dapat melakukan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTOG) pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu," ujar dr. Merwin.

Selain itu, lanjutnya, wanita dengan diabetes gestasional mesti melakukan skrining untuk diabetes melitus yang persisten pada 6 hingga 12 minggu setelah melahirkan.

"Wanita dengan riwayat diabetes gestasional juga melakukan skrining untuk diabetes atau prediabetes setiap tiga tahun," ujarnya.

Sumber : Antara

Tag : diabetes, ibu hamil
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top