Indro Warkop: Peran Keluarga Penting bagi Penyembuhan Penderita Kanker

Bagi pelawak legendaris bernama Indrodjojo Kusumonegoro atau yang lebih dikenal sebagai Indro Warkop, penyakit kanker sudah tak asing lagi baginya.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 November 2018  |  18:25 WIB
Indro Warkop: Peran Keluarga Penting bagi Penyembuhan Penderita Kanker
Istri Indro Warkop bernama Nita Octobijanthy meninggal, Selasa (9/10) karena mengidap kanker paru. - Instagram@indeiwarkop_asli

Bisnis.com, JAKARTA — Bagi pelawak legendaris bernama Indrodjojo Kusumonegoro atau yang lebih dikenal sebagai Indro Warkop, penyakit kanker sudah tak asing lagi baginya.

Sebelum istrinya mengidap sakit kanker paru-paru, Indro mengaku telah beberapa kali mendampingi orang terdekatnya yang menderita karena sakit kanker.

Menurut penuturannya, ia pernah mendampingi rekannya di Warkop DKI, yaitu Kasino Hadiwibowo yang harus melawan sakitnya karena kanker otak, Wahyu Sardono atau Dono Warkop menderita karena kanker paru, istri Dono Warkop menderita kanker payudara, dan juga mertua dari Indro yang meninggal dunia karena kanker.

Atas pengalamannya tersebut, Indro menganggap penyakit kanker bukanlah penyakit yang dihadapi oleh penderitanya itu sendiri, ia menyebut penyakit kanker sebagai penyakit keluarga.

“Peran sebuah keluarga kemudian menjadi penting, kekompakan sebuah keluarga menjadi penting, emosi anggota keluarga akan berbicara, walaupun akhirnya kita redam sama-sama, makanya tadi saya bilang ini penyakit keluarga, yang saya tahu ketika keluarga menderita kanker, ini efeknya ya menjadi kita lebih dewasa, menguatkan kita satu sama lain,” ucapnya di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Peran keluarga di mata Indro untuk kesembuhan penderita kanker sangatlah penting, menurutnya dukungan keluarga sangat dibutuhkan bagi penderita saat melawan sakitnya.

“Ketika seseorang dari keluarga kita mengidap penyakit kanker, kita harus ada di situ, kita harus menemani dia, kita bahkan harus menjadi diri dia,” ujarnya

Ia menambahkan, keluarga harus bisa memposisikan diri untuk merasakan rasa sakit yang sama, sehingga keluarga bisa lebih sabar saat menjalani perawatan.

“Karena gini kadang-kadang, sebagai yang ga menderita gitu saat melihat dia kesakitan amat sangat, ‘ya makanya minum obatnya’ tapi kan kita ga ngerasain sakitnya dia, jangan kan itu masuk air setetes aja sakitnya bukan main, gimana obat, makanya kita harus jadi dia,” jelasnya.

Menurut pengalaman Indro saat merawat istrinya, Nita Octobijanthy, dukungan keluarga membuat sakit yang dirasakan pasien menjadi berkurang, dan mental pasien pun menjadi kuat.

“Istri saya terakhir, saya tahu ini sudah masuk kualitas untuk masuk ICU, tapi dia dan kami, engga (memasukkan ke ruang ICU), karena dia bergantung pada kami, ini mungkin dia merasa obat terbesar buat saya (Octa) adalah anak cucu saya, suami saya, dia sendiri ngomong kaya gitu,” tuturnya.

“Dan itu lah peran keluarga sehingga menjadi dia pun nyaman tanpa harus masuk ICU,” pungkasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker

Editor : Sutarno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top