Menkes: Obat Penyakit HIV Gratis dan Dijamin Ketersediaannya

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan obat penyakit HIV disediakan secara cuma-cuma oleh Pemerintah dan terjamin ketersediaannya.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 17 Desember 2018  |  20:31 WIB
Menkes: Obat Penyakit HIV Gratis dan Dijamin Ketersediaannya
Ilustrasi HIV/AIDS - hivos.org

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan obat penyakit HIV disediakan secara cuma-cuma oleh Pemerintah dan terjamin ketersediaannya.

Oleh karena itu, Nila berharap para penderita HIV harus rajin memeriksakan diri dan mengambil obat sesuai yang disediakan pemerintah. Obat tersebut dinamakan antiretroviral (ARV).

Kandungan dalam Obat ARV mampu menekan jumlah virus HIV di dalam darah sehingga kekebalan tubuhnya (CD4) tetap terjaga.

"Sama seperti penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, kolesterol, atau DM, obat ARV harus diminum secara teratur, tepat waktu dan seumur hidup, untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta dapat mencegah penularan," kata Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek saat menyampaikan pidatonya pada acara Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia 2018, di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA, Cipinang, Jakarta Timur, Senin (17/12/2018).

Selain itu, Nila juga mengatakan bahwa obat ARV dapat diambil secara gratis dan ketersediaannya terjamin oleh pemerintah.

Nila juga mengatakan berkat kemajuan ilmu dan teknologi saat ini prosedur pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS semakin mudah.

Selain itu, Nila juga berharap bahwa masyarakat tidak lagi mendiskriminasi orang-orang yang terkena HIV/AIDS.

"Selaras dengan hal tersebut, sangat diharapkan adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS dapat berubah sehingga jangan sampai ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA)," ujarnya.

Nila kemudian menjelaskan Infeksi HIV adalah infeksi virus secara kronis yang sebenarnya dapat dikelola, layaknya penyakit kronis lainnya seperti diabetes melitus atau hipertensi.

"Infeksi HIV ada obatnya, sehingga jika dilakukan deteksi secara dini dan segera diobati dapat menjaga ODHA tetap sehat dan produktif," kata Nila.

Selain itu, Nila menyampaikan pesan agar masyarakat dapat menormalisasi cara pandang terhadap penyakit HIV/AIDS agar tidak lagi dipandang menjadi sesuatu yang menakutkan.

“Jangan ada lagi stigma terhadap ODHA,” harap Nila.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hiv/aids

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top