Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mendulang Rezeki ala Reseller

Kania Suryani (28) memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran. Dia memilih beralih profesi menjadi seorang reseller atau dropshipper di e-dagang atau e-commerce.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  12:33 WIB
Ilustrasi e-commerce - CC0
Ilustrasi e-commerce - CC0

Bisnis.com, JAKART - Kania Suryani (28) memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran.  Dia memilih beralih profesi menjadi seorang reseller atau dropshipper di e-dagang atau e-commerce.

Rupanya, pekerjaan menjadi reseller jauh lebih menghasilkan laba daripada upah yang diterimanya ketika bekerja sebagai desainer grafis di kantor.

Sebetulnya, Kania tidak sengaja menggeluti profesi baru ini. Tadinya, dia hanya pembeli biasa. Suatu kali karena berbelanja dengan harga yang sangat murah di sebuah e-commerce, dia mulai memasarkannya di lapaknya sendiri di berbagai platform, seperti Buka Lapak, Tokopedia, dan Shoope. Ternyata, jualannya laku pesat.

“Prosesnya sederhana sekali, saya bekerja sama dengan Jakmall dan membeli produk dari situ, kemudian menjualnya kembali di toko saya,” kata Kania.

Dengan cara ini, Kania dan timnya tidak perlu memiliki toko untuk menyimpan barang, dan sama sekali tidak berhubungan dengan berbagai produk yang dijualnya.

Istilahnya, Kania menjadi penjual kedua setelah membeli barang dari toko yang menyediakan produk seharga modal.

 “Saya hanya melalukan pemesanan, nanti pihak e-commerce yang akan mengirimkan pesanan ke pelanggan saya,” kata reseller aksesoris handphone dan perlengkapan rumah tangga ini.

Keputusannya tidak sia-sia, Kania memperoleh penghasilan yang tidak sedikit. Walau enggan menyebut nominalnya, Kania mengaku memiliki 5 orang administrasi yang membantunya bekerja saat ini.

Sebagai reseller, Kania mengambil margin keuntungan sebesar 10%. Artinya setiap barang di tokonya dijual lebih tinggi 10% dari harga asli ketika dia melakukan pembelian di e-commerce pilihannya, yakni Jakmall.

 “Tidak banyak sebenarnya, tetapi kalau ada diskon dari penjual pusat, itu juga sudah menguntungkan,“ ujarnya lagi.

Keuntungan tetap diterimanya karena Kania tidak mengganti harga di tokonya ketika penjual pusat memberi diskon, otomatis marginnya tetap tinggi.

Menurut chief marketing officer Jakmall.com Reza Aggi Prasetyo kehadiran reseller merupakan salah satu penyebab terjadinya ketimpangan harga di berbagai platform jual beli online.

 “Banyak reseller yang membuka lapak di berbagai e-commerce setelah membeli barang yang sama di e-commerce yang termurah,” katanya.

Reza mengatakan bahwa pihaknya secara tidak langsung memang menyasar kerja sama dari penjual pusat dan reseller. Baginya, salah satu kelebihan Jakmall adalah memberikan peluang bisnis bagi para reseller untuk mendulang rezeki.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online e-commerce
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top