Kini, Nyamuk Aedes Aegypti Berubah Perilaku

Serangga penular penyakit yang paling terkenal adalah nyamuk. Berbagai penyakit dapat ditularkan oleh nyamuk membuat masyrakat gelisah. Apalagi ketika penyakit yang dibawa nyamuk sebagian cukup membahayakan bagi kesehatan, bahkan mengancam nyawa.
Tika Anggreni Purba | 22 Maret 2019 10:31 WIB
Nyamuk Aedes aegypti di Laboratorium Oxitec di Campinas, Brasil (2/2/2016). Virus Zika menular melalui gigitan nyamuk Aedes. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Serangga penular penyakit yang paling terkenal adalah nyamuk. Berbagai penyakit dapat ditularkan oleh nyamuk membuat masyrakat gelisah. Apalagi ketika penyakit yang dibawa nyamuk sebagian cukup membahayakan bagi kesehatan, bahkan mengancam nyawa.

“Jenis nyamuk di Indonesia sangat banyak sekali, bisa mencapai 457 jenis, tetapi tidak semuanya berperan sebagai pengganggu, merugikan, atau mengganggu manusia,” kata kepala unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) Institut Pertanian Bogor Upik Kesumawati.

Sebagian besar nyamuk sebetulnya hidup di alam sebagai bagian dari ekosistem dan rantai makanan. Akan tetapi, nyamuk yang tinggal di lingkungan hidup manusia, biasanya mengganggu dan menimbulkan masalah.

Menurut Upik, kehadiran nyamuk dalam permukiman biasanya semakin menjadi karena tempat tinggal manusia menyediakan tempat baginya untuk berkembang biak.

“Banyak tampungan air, ada limbah, atau lingkungan yang kurang bersih menjadi daya tarik bagi nyamuk untuk datang dan beristirahat, kemudian berkembang biak di rumah kita,” kata Upik.

Dari banyaknya jumlah nyamuk tersebut, kebanyakan yang berkembang biak di Indonesia adalah dari genus Aedes. Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB tersebut mengatakan bahwa sebanyak 125 jenis di antara 457 jenis nyamuk di Indonesia merupakan genus Aedes yang bermacam-macam.

“Tetapi hanya beberapa jenis yang berperan sebagai vektor penyakit seperti Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sisanya di alam bebas,” kata Upik.

Dia kemudian menjelaskan ciri-ciri nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopictus yang berwarna belang-belang hitam dan putih. Keduanya dapat dibedakan melalui warna di daerah punggung nyamuk. 

Mengenai perilaku nyamuk Aedes Aegypti ini, Upik mengatakan bahwa nyamuk jenis ini 90% mengisap darah di dalam rumah (dalam ruangan). Sementara itu, Aedes albopictus umumnya mengisap darah di luar rumah.

Salah satu penyakit yang paling dikhawatirkan dari penularan nyamuk adalah demam berdarah dengue (DBD)  yang ditularkan oleh Aedes aegypti. Zaman dahulu, Aedes aegypti lebih sering mengisap darah pada siang hari.

 “Jika sebelumnya nyamuk ini aktif mengisap darah di siang hari, kini dia juga aktif mengisap di malam hari. Selain itu mereka kini tak hanya berkembang di air yang jernih, tetapi juga di air berpolusi,” katanya.

Bahkan, telur nyamuk Aedes aegypti dapat hidup pada benda yang kering tetapi dalam lingkungan yang lembab.

Nyamuk ini membutuhkan darah untuk dapat bertelur. Perilaku bertelurnya juga unik yakni bisa bertelur di mana saja, di berbagai tempat yang ada genangan air. Artinya genangan kecil seperti air yang tertumpah, alas dispenser yang basah, botol bekas yang berair, dan lain-lain.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demam berdarah, nyamuk aedes aegypti

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup