Peselancar Dunia Bersih-bersih Sampah Plastik di Pantai

Bagaimana rasanya ikut bersih-bersih pantai bersama juara selancar dunia Kelly Slater, Sally Fitzgibbons, dan Stephanie Gilmore?
Tika Anggreni Purba | 14 Mei 2019 17:46 WIB
Peselancar Kelly Slater, Sally Fitzgibbons, dan Stephanie Gilmore pada acara Breitling x Ocean Conservancy Beach Cleanup 2019 di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Jumat (10/5/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Bagaimana rasanya ikut bersih-bersih pantai bersama juara selancar dunia Kelly Slater, Sally Fitzgibbons, dan Stephanie Gilmore? Itulah yang dirasakan para masyarakat yang ikut acara Breitling x Ocean Conservancy Beach Cleanup 2019 di Pantai Mertasari Sanur Bali, belum lama ini.

Gelaran ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan jam tangan mewah asal Swiss Breitling dalam program penyelamatan dan perawatan alam. Breitling bekerja sama dengan organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang telah berkiprah lebih dari 30 tahun dalam penanganan sampah laut yakni Ocean Conservancy.

Peselancar Kelly Slater, Sally Fitzgibbons, dan Stephanie Gilmore merupakan brand ambassador Breitiling Superocean. Gerakan ini disambut baik oleh pemerintah daerah Bali dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sebagai salah peselancar yang sukses memenangkan berbagai kejuaraan selancar dunia, Slater menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi laut saat ini. “Mewakili peselancar lainnya bisa dibilang pantai adalah kantor atau tempat kerja kami, keadaan pantai dan lautan saat ini sangat mengejutkan karena polusi sampah plastik,” katanya.

Lebih dari 400 relawan yang berasal dari aktivis lingkungan hidup, masyarakat, dan pelajar berkumpul sejak pagi hari di pesisir pantai Mertasari Bali untuk mengumpulkan sampah plastik yang mengotori pantai.

Seluruh relawan yang terdiri dari berbagai kalangan ini tampak antusias mengumpulkan sampah sehingga kawasan pantai kembali bersih. Pada akhir kebersihan terkumpul lebih dari 500 kg sampah dalam waktu satu jam bersih-bersih pantai dilakukan.

“Gerakan bersih pantai merupakan aksi nyata dalam membebaskan laut dari sampah plastik yang berbahaya bagi ekosistem laut,” kata Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL), KKP, Muhammad Yusuf.

Dia mengatakan bahwa laut telah tercemar sampah plastik sehingga masyarakat perlu mulai peduli dengan mengurangi penggunaan plastik. Sampah plastik merusak lingkungan laut dan kehidupan satwa yang hidup di laut.

President Breitling Asia Alvin Soon mengatakan bahwa kegiatan pembersihan pantai merupakan bagian dari misi Breitling yang dilakukan secara berkesinambungan. “Kami sangat senang ketika banyak orang yang ambil bagian dalam mengerjakan misi ini bersama kami,” katanya.

Menurutnya Breitling senantiasa berjuang untuk mencari solusi untuk menyelamatkan lingkungan. Salah satunya adalah dengan mengganti kemasan jam tangan dengan material nonplastik. “Kehadiran surfer squad dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat global mengenai keselamatan laut,” ujarnya.

Director of Trash Program Free Seas dari Ocean Conservancy Nicholas Mallos mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan laut dengan tidak membuang sampah plastik ke laut.

Dia menjelaskan bahwa pencemaran sampah plastik merupakan ancaman yang serius bagi ekosistem laut. Bahkan jika persoalan sampah plastik tidak diatasi, sampah akan menguasai laut lebih banyak dari pada ikan di laut. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peselancar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup