LAPORAN KHUSUS: Geliat Bisnis Perlengkapan Olahraga di Indonesia

Berkat booming gaya hidup berolahraga itu, MAPA menangguk pendapatan bersih dari jaringan ritelnya yang meningkat hampir 15% menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal I/2019.
LAPORAN KHUSUS: Geliat Bisnis Perlengkapan Olahraga di Indonesia
Ilustrasi futsal - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tren gaya hidup sehat makin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga tubuh. Setidaknya kondisi tersebut dapat kita saksikan dari booming-nya berbagai aktivitas olahraga yang makin banyak komunitasnya.

Sebut saja beberapa olahraga yang banyak digemari dewasa ini, seperti lari, bersepeda, badminton, gym dan fitness, futsal, hiking, zumba hingga berbagai seni beladiri menjadi ‘stamina’ yang turut memompa geliat bisnis peralatan olahraga.

Fenomena itu diamini oleh sejumlah perusahaan ritel peralatan olahraga seperti MAP Aktif Adiperkasa (anak usaha PT Mitra Adiperkarsa Tbk.), Decathlon Indonesia, hingga sejumlah e-commerce seperti Bhinneka, Tokopedia, dan Shopee.

MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) sebagai ritel yang menguasai hampir mayoritas pasar peralatan olahraga, berhasil menggarap segmen gaya hidup sehat ini melalui jaringannya yang luas.

MAPA mengepung bisnis peralatan olahraga melalui Sport Station, Skechers, Payless, Steve Madden, Royal Sporting House, Planet Sports, dan Kidz Station, Golf House hingga sejumlah concept store dengan merek global.

Corporate Secretary PT MAP Aktif Adiperkasa, Ratih D. Gianda mengatakan bahwa tren kesehatan sudah menjalar ke pelbagai daerah di Tanah Air. Bahkan beberapa provinsi rutin menggelar even olahraga seperti marathon.

Berkat booming gaya hidup berolahraga itu, MAPA menangguk pendapatan bersih dari jaringan ritelnya yang meningkat hampir 15% menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal I/2019.

Peningkatan ini juga tergambar setidaknya sejak 2 tahun terakhir. MAPA mencatat pertumbuhan 12% pada 2017, dan meningkat menjadi 23% pada 2018. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kian berkembangnya kegemaran berolahraga di masyarakat.

“Selama ini produk yang paling digandrungi seperti Skechers karena memiliki desain untuk running juga untuk walking. Selain itu ada banyak brand juga seperti Converse, New Balance, Reebok, Adidas, Nike dan lainnya,” katanya.

MAPA memiliki multi brand store sedikitnya di 74 kota yang menjual produk dari sejumlah merek. Selain sepatu, ada juga perlengkapan olahraga lain, termasuk pakaian dan aksesori.

Dalam menjalankan bisnis tersebut, MAPA menyasar seluruh segmen konsumen dengan seluruh variasi produknya. Bahkan, disediakan juga gerai untuk penjualan full price dan last call atau penjualan produk yang sedikit memiliki kesalahan produksi yang dijual lebih murah.

Beberapa gerai menggabungkan kedua model tersebut, seperti dari 360 ritel Sport Station, 153 diantaranya menjual produk last call.

Decathlon

Selain MAPA, ritel penyedia perlengkapan olahraga asal Prancis, Decathlon, juga kepincut menggarap pasar gaya hidup sehat di Tanah Air. Setiap gerai Decathlon menjual variasi produk lebih dari 60 jenis peralatan olahraga.

“Investasi yang disiapkan US$500 juta untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, kini baru ada tiga toko, yakni di Alam Sutera, Summarecon Bekasi, dan Mall Taman Anggrek,” kata Communication Leader Decathlon Indonesia Joanika Juanda.

Tren budaya berolahraga di Tanah Air mendorong ekspansi Decathlon ke Indonesia. Joanika mengatakan bahwa perubahan gaya hidup tersebut juga memengaruhi minat terhadap perlengkapan olahraga beberapa tahun belakangan.

“Kami ingin perlengkapan olahraga dapat diakses oleh lebih banyak orang sehingga Decathlon masuk ke Indonesia pada 2015 dengan mengembangkan produksi lokal pertama di Ngawi, Jawa Timur.”

Dari berbagai perlengkapan olahraga seperti hiking, trekking, jogging, olahraga air, fitness, yoga, pilates, bulu tangkis, tenis, squash, basket, sepakbola, bersepeda dan memancing semuanya memiliki segmen pasar yang cukup baik.

Selain memberikan akses kelengkapan terhadap semua peralatan olahraga, baik dari tingkat pemula maupun mahir, Decathlon juga menyasar pasar outfit, aksesori, dan peralatan serbaguna olahraga untuk segala usia.

Tren Di E-Commerce

Berkembangnya tren olahraga dan pola hidup sehat juga mendorong peningkatan penjualan produk olahraga di berbagai platform dagang elektronik (e-commerce).

Country Brand Manager Shopee, Rezki Yanuar mengatakan penjualan produk yang berkaitan dengan olahraga dalam beberapa tahun terakhir tumbuh pesat. Menurutnya, sepanjang 2018 lalu, angkanya tumbuh hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan 2017.

Sedangkan pada kuartal I/2019, Rezki menyebut penjualan produk olahraga naik dua kali lipat. “Hal ini sejalan dengan kesadaran masyarakat kita yang sudah meningkat dalam gaya hidup sehat.”

Adapun, beberapa produk dari kategori olahraga yang paling banyak terjual adalah perlengkapan home workout seperti barbell, matras, dan tali skipping. Segmentasi pembelinya lebih didominasi generasi muda berusia 18—30 tahun dengan distribusi penjualan yang menyebar.

Tren peningkatan penjualan produk olahraga juga dinikmati Bhinneka. Chief of Omni Channel Bhinneka, Vensia Tjhin mengatakan bahwa produk olahraga di Bhinneka termasuk dalam kategori Hobby yang juga mencakup aksesori, serta perlengkapan aktivitas outdoor.

Secara umum porsi penjualan pada kategori tersebut rata-rata mendekati dua digit dari total produk ritel setiap kuartalnya. “Dari kompilasi data, secara umum tren penjualan produk dalam kategori ini cukup bertumbuh. Permintaannya selalu ada,” katanya.

Dia menuturkan, produk dominan yang dibeli dari kategori olahraga adalah bola, perlengkapan yoga, perlengkapan fitness, dan sepeda. Konsumen yang banyak membeli produk tersebut adalah pria dengan rentang usia 20—40 tahun.

Bhinneka juga menyuplai kebutuhan peralatan olahraga untuk klien perusahaan seperti perhotelan. Meningkatkanya gaya hidup bugar itu, kata Vensia, tidak hanya berdampak pada penjualan peralatan olahraga, tetapi penjualan aksesori seperti wearable devices pun mengalami peningkatan.

Adapun, Tokopedia menyatakan, penjualan pada kategori perangkat olahraga setiap tahunnya terus meningkat, hal ini diiringi dengan makin beragamnya barang yang masuk dalam daftar pelanggan.

Category Lead Automotive and Hobbies Tokopedia Tubagus Muhammad Yusuf Rifaiz mengatakan, jenis produk yang terjual dalam kategori olahraga sangat beragam. Beberapa yang populer adalah jersey bola, sepatu lari, dan kacamata renang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis, peluang usaha, olahraga

Sumber : Bisnis Indonesia Weekend

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top