Olahraga ‘Functional Training’ untuk Pelaku Sedentari

Dari pengamatan Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), tren olahraga kebugaran yang tengah ramai dilakukan masyarakat adalah functional training.
Olahraga ‘Functional Training’ untuk Pelaku Sedentari Tika Anggreni Purba | 27 Mei 2019 14:04 WIB
Olahraga ‘Functional Training’ untuk Pelaku Sedentari
Pusat kebugaran di rumah (home gym) Bogor Fit Life (BFL) di Bogor - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Dari pengamatan Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), tren olahraga kebugaran yang tengah ramai dilakukan masyarakat adalah functional training.

Jenis latihan ini berbeda dengan olahraga gym yang biasanya dilakukan dengan berbagai macam alat.

Functional training merupakan olahraga yang disesuaikan dengan gerak tubuh dan  menggunakan alat olahraga yang lebih simpel,” kata ketua APKI Marcellina Leonora.

Gerakan dalam functional training pada umumnya disesuaikan dengan gerak tubuh sehari-hari seperti berjalan, menggendong anak, menenteng belanjaan, naik-turun tangga, dan sebagainya. Perempuan yang akrab disapa Leony ini mengatakan bahwa functional training menjadikan tubuh sebagai mesin olahraga.

Masyarakat yang terbiasa hidup dalam perilaku sedentari cocok dengan jenis latihan mobilitas semacam ini. Selain itu, latihan ini akan meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan stabilitas tubuh.

Meskipun alat-alatnya sederhana, sebetulnya jenis latihan agak sulit dipelajari karena gerakannya membutuhkan teknik yang tepat.

 “Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat itu sudah lumayan tinggi saat ini,” katanya.

Leony menilai tren olahraga di masyarakat mulai meningkat, ditandai dengan minat masyarakat terhadap olahraga lari misalnya. Lari menjadi tren olahraga yang paling diminati karena teknik yang mudah dan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Dia menilai bahwa peningkatan minat masyarakat Indonesia juga sejalan dengan peningkatan bisnis olahraga seperti bisnis pusat kebugaran. Dari perkembangan ini, ternyata pusat kebugaran yang menyediakan program functional training sangat laku.

“Selain itu banyak fitness center yang menyediakan layanan 24 jam saat ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya lagi.

Sebagai pelatih kebugaran, Leony juga berkomitmen dalam mengedukasi publik agar lebih sadar mengenai perilaku hidup sehat. Pendekatan yang dilakukannya adalah dengan membangun kesadaran bahwa kesehatan adalah mesin tubuh untuk beraktivitas, bekerja, dan sebagainya.

“Saya mengatakan kepada klien bahwa tubuh yang sehat adalah kunci untuk itu semua, karena kalau sakit tentu tidak bisa,” katanya.

Olahraga menjadi penting karena tubuh manusia didesain untuk bergerak. Otot yang tidak digerakkan dapat memicu postur tubuh yang salah, sakit punggung, sakit pinggang, sakit bahu, dan penyakit-penyakit tidak menular lainnya.

Kita juga tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk berolahraga.

Menurut Leony bergabung dengan komunitas olahraga, menggunakan fasilitas olahraga umum, dan berlatih di rumah juga dapat dilakukan. Sekiranya ingin bergabung dengan klub olahraga atau menjadi anggota pusat kebugaran juga tidak masalah. Itu semua adalah pilihan masing-masing.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
olahraga, kebugaran, gaya hidup sehat

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top