Ini Pentingnya Magnesium dan Kalium Bagi Tubuh Kita

Menyeimbangkan kadar magnesium dan kalium sangat penting untuk menjaga energi tubuh. Ion magnesium memainkan peran penting dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh termasuk metabolisme makanan, sintesis asam lemak dan protein, serta transmisi impuls saraf.
Ini Pentingnya Magnesium dan Kalium Bagi Tubuh Kita
Saeno - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  11:27 WIB
Ini Pentingnya Magnesium dan Kalium Bagi Tubuh Kita
Ilustrasi-Makanan sumber asam folat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  Selama  ini kita secara umum hanya mengetahui bahwa tubuh perlu vitamin, protein, dan mineral. Ternyata, khusus soal mineral, jika diurai lebih jauh akan diketahui bahwa tubuh tak hanya memerlukan satu unsur mineral. Sebut saja misalnya manfaat magnesium dan kalium bagi kesehatan tubuh.

Dr Fatemeh Aghanasiri, Dokter Umum di Aster Clinic, Dubai, menjelaskan bahwa menyeimbangkan kadar magnesium dan kalium sangat penting untuk menjaga energi tubuh.

"Ion magnesium memainkan peran penting dalam lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh termasuk metabolisme makanan, sintesis asam lemak dan protein, dan transmisi impuls saraf," kata Aghanasiri seperti dikutip TEMPO.CO dari laman Gulf News.

Kandungan magnesium juga memainkan peran penting dalam reaksi yang menghasilkan energi di dalam tubuh. Konsumsi makanan kaya magnesium menjadi suatu keharusan untuk menjaga tingkat energi naik selama Ramadan. Makanan seperti itu termasuk kacang-kacangan seperti almond dan kacang mede, kurma, biji rami dan sayuran berdaun hijau.

Selan magnesium, jangan lupakan manfaat kalium.

“Kalium juga merupakan mineral utama yang sangat diandalkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Salmon, sayuran berdaun hijau, labu, lentil, dan ubi adalah sumber potasium yang baik,” tambah Aghanasiri.

Sementara itu, Dr Eman Abisourour, Konsultan Penyakit Dalam di Valiant Clinic, Dubai mengatakan jika asupan makanan sangat buruk saat puasa, dapat menyebabkan penipisan vitamin dan nutrisi penting dalam tubuh, yang dapat meningkatkan rasa kelelahan dan kelesuan.

Dehidrasi juga sangat umum terjadi selama bulan Ramadan karena banyak orang yang terbiasa mengurangi asupan air dan mengonsumsi lebih banyak minuman berkafein.

Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi ini sangat penting untuk mengatur jam tidur, asupan makanan dan tingkat energi selama beberapa hari terakhir bulan Ramadhan.

“Penting untuk meringankan tubuh kembali ke rutinitas normalnya. Pastikan Anda makan makanan seimbang, biasanya yang ringan, untuk memastikan Anda tidak mengganggu lambung dan pencernaan, "kata Abisourour.

Abisourour juga merekomendasikan peningkatan sesi olahraga dan jam tidur per malam lebih dekat ke liburan Idulfitri.

“Orang harus mencoba tidur relatif lebih awal sehingga mereka dapat cukup istirahat dan tubuh dapat memasuki tahap tidur yang dalam yang diperlukan untuk mengisi kembali dirinya dengan energi cukup,” tambah Abisourour.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top