Ketika Gamelan Berpadu Musik Klasik di Austria

Berbagai harmoni dan alunan lagu serta musik khas Indonesia dimainkan dalam acara bertajuk Ethnochestra: A Melody of Friendship di Wiener Konzerthaus, Wina, Austria, Rabu (12/06/2019).
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  19:05 WIB
Ketika Gamelan Berpadu Musik Klasik di Austria
Berbagai harmoni dan alunan lagu serta musik khas Indonesia dimainkan dalam acara bertajuk Ethnochestra: A Melody of Friendship di Wiener Konzerthaus, Wina, Austria, Rabu (12/06/2019). - Dok. KBRI Wina

Bisnis.com, WINA - Berbagai harmoni dan alunan lagu serta musik khas Indonesia dimainkan dalam acara bertajuk Ethnochestra: A Melody of Friendship di Wiener Konzerthaus, Wina, Austria, Rabu (12/06/2019).

Konser tersebut merupakan manifestasi dan bentuk persahabatan Indonesia-Austria yang telah terjalin dari tahun 1954.

Konser yang digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Konser menampilkan berbagai paduan antara orkestra simfoni Austria dan instrumen serta unsur-unsur musik tradisional Indonesia. Berlangsung selama 120 menit, konser menampilkan berbagai lagu mulai dari lagu-lagu klasik maupun lagu bernuansa daerah Indonesia, lagu-lagu klasik dan folklore Austria, serta sejumlah karya musik  kontemporer dari kedua negara yang telah dikemas menjadi suatu kesatuan. 

Ethnochestra: A Melody of Friendship/Dok. KBRI Wina

Dalam konser tersebut, komponis dan musisi terkemuka Indonesia Erwin Gutawa berkolaborasi dengan musisi dan conductor ternama Austria, Johannes Vogel.

Johannes Vogel adalah pemimpin Synchron Stage Orchestra Vienna (SSOV).  SSOV merupakan mitra studio rekaman terkemuka di Austria maupun dunia, yaitu Synchron Stage Studio yang sering digunakan untuk memainkan soundtrack film-film kelas dunia. 

Konser dimeriahkan sejumlah artis dan musisi terkemuka Indonesia, antara lain Gita Gutawa, Sandhy Sondoro, Gabriel Harvianto, serta dalang cilik berbakat, Woro Mustiko.

Dengan iringan Orchestra SSOV yang dipimpin secara bergantian oleh konduktor Erwin Gutawa dan Johannes Vogel, lagu-lagu karya Guruh Soekarno Putra seperti Chopin Larung, Geger Gelgel, dan Janger Saka, serta karya Erwin Gutawa Swarna Dwipa, dan karya Said Effendi Fatwa Pujangga, berkumadang dalam konser tersebut.

Konser kolaborasi juga menampilkan beberapa lagu bernuansa daerah seperti  Pangkur Sagu, Macapat Pangkur, Walangkekek, Tari Kedok, serta lagu kontemporer Indonesia jiwaku dan To Be One.

Konser diawali sambutan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dilanjutkan dengan sambutan Penasehat Senior Menlu Austria Bidang Kebudayaan, Walter Gehr, mewakili pihak Austria.

Konser persahabatan digelar di hadapan 650 orang yang hadir menyaksikan konser dengan suasana yang hangat. Para undangan terdiri dari kalangan pemerintah Austria, para duta besar negara-negara sahabat, pejabat organisasi internasional di kota Wina, kalangan akademisi, seniman, masyarakat Austria pecinta seni-budaya Indonesia, dan masyarakat Austria lainnya dari berbagai kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Austria Darmansjah Djumala menyebutkan ide penyelenggaraan konser berawal dari filosofi penggabungan dua kata, yaitu Ethnic dan Orchestra.

Lebih lanjut dipaparkan Duber bahwa konser ini merupakan perpaduan dan kolaborasi antara musik tradisional Indonesia dan orkestra klasik Austria, budaya barat dan timur dipertemukan dalam suatu melodi yang harmonis. 

“Oleh karena itu,  konser ini merupakan cerminan bahwa musik memiliki pesan universal serta kekuatan untuk menyatukan kita semua. Pada intinya, konser ini merupakan Diplomasi melalui musik,“ ujar Djumala.

Konser kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mempromosikan seni-budaya Indonesia di panggung internasional, dalam hal ini karya musik Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan semakin meningkatkan interaksi antarmasyarakat kedua negara yang pada gilirannya dapat meningkatkan hubungan Indonesia dan Austria di berbagai bidang.

Kota Wina sebagai pusat musik klasik dunia memberikan peluang besar bagi kehadiran musik kontemporer karya komponis Indonesia di tengah-tengah percaturan musik di Austria.

Kolaborasi antara komponis besar Indonesia dengan orkestra simfoni Austria dalam konser ini dapat pula menjadi ajang untuk mendorong penguatan industri kreatif nasional dan mempromosikannya di pasar industri kreatif Austria, demikian imbuh Djumala.

Penyelenggaraan konser ini merupakan salah satu bagian dari program diplomasi budaya Indonesia di Austria, dan dimaksudkan untuk memperdalam hubungan bilateral antara kedua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konser musik

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top