Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ubay Nidji: Musik Digital Membuka Kesempatan Bagi Musisi Baru

Vokalis baru kelompok band Nidji Yusuf Ubay menyambut baik era digital yang turut mempengaruhi industri musik. Baginya digitalisasi memudahkan musisi untuk melebarkan sayap lebih cepat.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  13:57 WIB
Ubay Nidji: Musik Digital Membuka Kesempatan Bagi Musisi Baru
Grup Band Nidji - nidjiholic.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Vokalis baru kelompok band Nidji Yusuf Ubay menyambut baik era digital yang turut mempengaruhi industri musik. Baginya digitalisasi memudahkan musisi untuk melebarkan sayap lebih cepat.

“Kalau dulu untuk merilis dan mendistribusikan karya itu lumayan ribet, tetapi dengan digitalisasi semuanya itu dipermudah,” kata Ubay. Afiliasi musik dan dunia digital juga dinilai membuka kesempatan yang lebih terbuka bagi anak muda Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk berkarya.

Ubay menyoroti bahwa perilisan lagu di era musik digital menjadi makin mudah dan simpel. Kalau dulu musisi harus berangkat ke Jakarta atau memiliki perwakilan di Jakarta, kini siapapun dapat merilis lagu tanpa harus melewati proses yang sulit.

“Mau punya band di Papua, di Maluku, atau di Sabang sana, semuanya bisa!” katanya. Dia mengatakan bahwa digitalisasi juga mendorong tumbuhnya kelompok musik, musisi, maupun penyanyi baru yang tidak kalah bertalenta. 

Musisi-musisi baru tersebut memanfaatkan promosi melalui media sosial sehingga namanya lebih dikenal. Bahkan Ubay menilai materi promosi, kualitas video musik, dan kualitas lagu para musisi tersebut tidak kalah bagus.

Sebagai musisi, Ubay sangat terbuka dalam era musik digital. Kehadiran platform audio streaming musik seperti Spotify,  Joox, Apple Music, dan sebagainya dinilai membuka transparansi mengenai penggemar musik.

“Lebih bagus dan lebih jelas, karena datanya konkret, orang-orang bisa melihat jumlah pendengar, juga kelihatan lagunya sudah diputar berapa kali,” ujarnya. Selain itu, kehadiran platform digital juga turut meminimalisasi aksi pembajakan karena masyarakat kini dapat mendengar musik di mana saja dan kapan saja secara legal.

Soal pengaturan royalti, Ubay menyerahkan sepenuhnya kepada pihak label rekaman yang menaunginya. Walau era digital membuka kesempatan bagi musisi untuk membentuk label sendiri, Ubay memilih untuk tetap bernaung pada label rekaman.

“Saya belum ingin mengurus soal bisnis (musik) sih, lebih ingin fokus ke berkarya saja dulu,” katanya. Kendati demikian, Ubay tetap memantau secara detail apa yang menjadi haknya dalam industri musik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nidji
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top