Ernest Prakasa Sutradarai Film Diadaptasi dari Buku Istrinya ‘Imperfect’

Belum habis masa penayangan Ghost Writer, film yang diproduserinya, Ernest Prakasa kembali mencetuskan untuk menggarap film yang diadaptasi dari buku berjudul "Imperfect' karya istrinya, Meira Anastasia.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  14:38 WIB
Ernest Prakasa Sutradarai Film Diadaptasi dari Buku Istrinya ‘Imperfect’
Meira Anastasia, Ernest Prakasa, Jessica Mila, Reza Rahadian di kawasan Pondok Indah, Kamis (20/6/2019). JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang

Bisnis.com, JAKARTA - Belum habis masa penayangan Ghost Writer, film yang diproduserinya, Ernest Prakasa kembali mencetuskan untuk menggarap film yang diadaptasi dari buku berjudul "Imperfect' karya istrinya, Meira Anastasia. 

Ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Kamis (20/6/2019) malam, Ernest juga memperkenalkan dua orang pemain utama dalam film yang akan rilis akhir tahun ini yaitu Reza Rahardian dan Jessica Mila. 

"Jadi karakter utama di film ini kalau milih Mila karena jujur saja yang harus ditempuh oleh karakter Rara tantangannya berat banget. Kalo Reza ya, kayanya yang paling pas meranin gua, Reza lah ya selain Daniel Mananta karena sama-sama sipit. Nggak lah, Reza ya namanya sutradara masa nggak pengen kerja bareng Reza. Sudah lama (ingin)," ujar Ernest.

Meira selaku penulis novel sekaligus penulis skenario mengakui inspirasinya untuk menulis buku ini adalah berasal dari pengalaman pribadinya sendiri dikomentari warganet yang menilai dia terlihat tidak pantas menjadi istri dari Ernest Prakasa.

"Itu bikin lebih banyak lagi orang yang merasa 'kok hidup gue gini banget ya, hidup gue menyedihkan banget' karena sekarang kita bisa lebih sering untuk lihat yang kaya gitu. Padahal dulu tuh enggak. Tapi kalau sekarang tuh bener-bener di genggaman tangan kita, kita bisa lihat kesempurnaan hidup orang lain yang sebenarnya kita nggak tahu juga, dia itu aslinya sempurna atau nggak," ujar Meira.

"Intinya film ini mau ngasih tahu enggak perlu jadi sempurna untuk bisa bahagia. Kita harus bisa lihat ke dalam, jangan ke luar terus bandingin diri kita dengan orang lain," sambungnya. 

Jessica Mila menimpali kalau pada suatu waktu ia pernah merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Rara (karakternya dalam film ini) yakni mendengar komentar body shaming yang dituturkan kepadanya. 

"Misalnya tiba-tiba aku ngerasa gendutan terus ada yang bilang ‘gendut banget yah di TV’, ‘badannya kecil sih tapi kok pipinya gede banget, jadi nggak cantik’ dan lain-lain. Itu kan bikin aku nggak pede. Dan ketika aku berakting atau ketemu orang, aku nggak bisa seramah, karena moodnya sudah berubah jadi nggak bisa berpikir secara lebih jernih," ceritanya. 

Untuk mengatasinya, aktris yang akrab dipanggil Mila tersebut hanya berusaha menerimanya dan berfokus kepada kelebihannya bukan kekurangannya. 

"Ngilanginnya kita menerima saja. Kayak kita lebih melihat positifnya. Contoh, oke, aku chubby tapi ada sisi lain yang bagus. Karena memang masing-masing orang punya kelebihan masing-masing yang kita nggak perlu fokus ke kurangannya. Dan mensyukuri apa yang Tuhan kasih buat kita. Itu saja sih," tutupnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film indonesia, sutradara

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top