Persiapkan Dana Pendidikan Anak Sebaiknya Sejak Lahir

Dana pendidikan anak merupakan pengeluaran jangka panjang yang bersifat prioritas bagi orang tua. Secara konkrit, persiapan dana tersebut sebaiknya dimulai sejak anak lahir.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  20:34 WIB
Persiapkan Dana Pendidikan Anak Sebaiknya Sejak Lahir
Ilustrasi kegiatan di salah satu perguruan tinggi. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mempersiapkan dana pendidikan anak merupakan salah satu pengeluaran besar dalam rumah tangga. Apalagi di era teknologi saat ini, pendidikan menjadi sangat krusial bagi anak guna bisa menyongsong masa depan yang gemilang.

Jumlah dana pendidikan terbilang tidak kecil. Hal ini menuntut orang tua untuk bisa mempersiapkannya jauh-jauh hari.

Perencana Keuangan OneShildt Budi Rahardjo mengungkapkan bahwa secara umum, pengeluaran untuk pendidikan anak, mulai dari playgroup hingga perguruan tinggi bukanlah biaya yang bisa dipenuhi hanya dengan satu kali penghasilan bulanan.

“Pengeluaran besar seperti dana pendidikan anak bisa jadi sampai tiga kali dari penghasilan bulanan, tidak sedikit uang yang dikeluarkan, jadi harus direncanakan,” ujarnya kepada Bisnis. 

Budi menjelaskan dana pendidikan anak merupakan pengeluaran jangka panjang yang bersifat prioritas bagi orang tua, dalam arti kata merupakan suatu kebutuhan yang memang harus dipenuhi sehingga persiapannya harus sedini mungkin.

Secara konkret, persiapan dana pendidikan anak sebaiknya dimulai sejak anak lahir.

Jika tidak dipersiapkan jauh-jauh hari akan menimbulkan gangguan finansial. Jika terjadi gangguan finansial, yang terjadi adalah menjual aset atau malah berhutang. Ibarat lingkaran setan, misalkan berutang, cash flow justru bisa semakin besar akibat adanya tambahan bunga.

“Jadi, persiapkan sejak dini, entah dengan mengambil tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, atau dengan berinvestasi. Intinya, sejak anak itu lahir, sisihkan sebagian penghasilan untuk persiapan ke depan,” jelasnya.

Dalam mempersiapkan dana tersebut, upaya mengumpulkannya bisa dilakukan sedikit demi sedikit. Misalnya, jika anak masih 0 tahun, sementara 3 tahun kemudian akan masuk playgroup dan membutuhkan biaya hingga Rp15 juta, maka bisa dicicil Rp5 juta per tahun ataupun sekitar Rp500 ribu per bulan. Demikian seterusnya ketika mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya.

Dia menjelaskan, tabungan dan investasi akan membantu meringankan beban dalam mempersiapkan dana tersebut. Alih-alih harus bayar bunga jika berutang, justru tabungan dan investasi malah memberi untung.

Adapun, sumber pengumpulan dananya sebenarnya tidak hanya dari penghasilan bulanan, bisa juga dari penghasilan bonus tahunan, atau sisa Tunjangan Hari Raya (THR) untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Terkait teknik pengumpulan dana, lanjutnya, tidak harus diakumulasi dalam satu waktu, tetapi bisa juga dilakukan dalam beberapa tahapan.

“Misalnya, sekarang bisa mengakumulasikan untuk playgroup, TK, dan SD. Lalu, ada investasi jenjang berikutnya untuk SMP, SMA, dan pergurunan tinggi. Jadi, tidak terlalu stress,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top