Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Parenting: Pentingnya Keseimbangan Dunia Virtual dan Nyata Bagi Anak

Agar anak bisa bijak dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi, orang tua perlu mendorong anak untuk menyeimbangkan antara aktivitas dunia virtual dengan dunia nyata.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  20:39 WIB
Ilustrasi - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Kemajuan dan perkembangan teknologi tampaknya telah disadari oleh sebagian besar orang tua. Namun, bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi kerap jadi hal tersulit yang bisa menjadi boomerang bagi anak yang juga sudah terlanjur akrab dengan teknologi.

Psikolog Anak dan Keluarga dari Yayasan Bhakti Asdiraa Nyi Mas Diane mengatakan bahwa orang tua perlu mendorong anak untuk menyeimbangkan antara aktivitas dunia virtual dengan dunia nyata.

Menurutnya, orang tua perlu terlibat secara langsung dalam praktek kegiatan fisik. Misalnya, ketika anak menonton masak-masakan di Youtube, orang tua mengajaknya untuk mempraktikkan di dapur.

“Lakukan praktik! Sebab itu menyangkut kesehatan dan keselamatan anak. Kalau cuma nonton itu one way, tetapi kalau praktek dan didampingi, maka seimbang dan anak jadi selamat,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Menurutnya, alasan anak-anak zaman sekarang menyukai aplikasi Youtube tidak lain karena orang tua mereka yang kurang kreatif. Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk bisa mengikuti apa yang anak tengah pelajari. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kebersamaan anak dan orang tua bisa berkurang akibat pengaruh teknologi.

Bikin Kesepakatan

Dampak kecanduan menjadi hal yang kerap mengkhawatirkan orang tua ketika mengizinkan anak akrab dengan teknologi.

Agar hal tersebut tidak terjadi, Diane berpendapat, orang tua perlu membuat kesepakatan terlebih dahulu dengan anak sebelum mengizinkan anak memiliki atau membuka gadget.

Kesepakatan tersebut bisa dikreasikan sendiri oleh orang tua. Misalnya, mengizinkan anak membuka handphone jika telah selesai mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Kemudian, jika anak berhasil menjalankan kesepakatan tersebut, beri apresiasi, misalnya uang jajan dinaikkan atau dibelikan buku baru.

Diane menambahkan, perilaku anak terbentuk karena empat hal, salah satunya adalah kecanduan. Ketiga hal lainnya adalah ketergantungan pada siapa yang lebih dipercaya, siapa yang lebih menyenangkan, dan siapa yang lebih lama menemani. Di sinilah pentingnya orang tua bisa mengambil peran.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parenting
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top