Mengapa Film 'Bumi Manusia' Dirilis Bersamaan Dengan 'Perburuan'?

Rumah Produksi Falcon Pictures memang kini sedang berada di atas langit. Memang, tidak ada yang menyangka kalau film garapan rumah produksi ini, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! part 1, yang dirilis pada tahun 2016 akan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 Juni 2019  |  13:04 WIB
Mengapa Film 'Bumi Manusia' Dirilis Bersamaan Dengan 'Perburuan'?
Para pemain film Bumi Manusia hadir pada saat peluncuran poster. Dari kanan ke kiri Iqbaal Ramadhan, Mawar De Jongh, Frederica (produser Falcon Pictures), Angga (cucu Pramoedya Ananta Toer) dan Hanung Bramantyo di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan pada Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Ria Theresia

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah Produksi Falcon Pictures memang kini sedang berada di atas langit. Memang, tidak ada yang menyangka kalau film garapan rumah produksi ini, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! part 1, yang dirilis pada tahun 2016 akan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Setelahnya, Falcon mulai memberikan kejutan dengan merilis Dilan 1990 dengan aktor ikonik Iqbaal Ramadhan di tahun 2018. Sekali lagi, tidak ada yang menyangka kalau film ini menjadi film Indonesia terlaris kedua sepanjang masa setelah Warkop DKI Reborn.

Tidak berhenti ternyata Falcon memberikan kejutan kepada pencinta film dalam negeri, mereka hadir dengan mencetuskan ide memfilmkan novel karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer. 

Tidak hanya satu, tapi dua novel karya sastrawan yang banyak menghabiskan masa hidupnya di tahanan selama rejim orde baru tersebut, akhirnya berhasil direalisasikan dalam bentuk film yakni Bumi Manusia dan Perburuan.

Bukan Mencari Untung

Frederica selaku otak dari Falcon Pictures mengungkapkan kalau mengadaptasi novel Bumi Manusia dan Perburuan menjadi film, bukanlah atensinya sejak awal. Sebelumnya ia meminta ijin kepada keluarga Pram, untuk memfilmkan novel Gadis Pantai. Namun, keluarga malah menyarankannya untuk membaca dua novel tersebut. 

"Kenapa kami mau produksi ini? Karena kami sudah diberikan rezeki banyak, melalui film-film Falcon lainnya. Tapi dari Bumi Manusia ini, kami tidak mencari itu. Kami bukan semata-mata untuk box office atau 'mencari uang', tapi ini adalah sumbangsih kami pada bangsa Indonesia," ujar produser Falcon Pictures, Frederica pada Rabu (19/6/2019) saat perilisan poster film Bumi Manusia.

"Kami ingin memproduksi ini. Ini adalah perjuangan dari 15 tahun terakhir. Orang mau memproduksi ini, tapi tidak pernah jadi. Nah, ini salah satu selebrasi untuk kami semua, bagi semua orang yang terlibat di film ini, maupun yang sebelum-sebelumnya, bagi produser atau sutradara lain yang terlibat. Kami sangat bersyukur sekali," sambungnya. 

Berbeda genre

Saat perilisan poster film Perburuan pada Rabu (26/6/2019), Adipati Dolken, pemeran utama film tersebut ditanyai komentarnya mengenai persaingan antara film Bumi Manusia dan Perburuan yang kebetulan rilis di waktu yang sama yakni 15 Agustus 2019.

"Nggak ada yang perlu ditakutin karena nggak ada niat saingan sama sekali. Maksudnya, ini kan satu rumah produksi, jadi tujuannya bukan bersaing. Justru untuk memperlihatkan bahwa kita menghargai karya Pak Pram," ujar aktor berusia 27 tahun tersebut. 

Frederica saat diwawancarai dalam acara perilisan poster film Bumi Manusia juga menekankan kalau kedua film ini memiliki genre yang berbeda satu sama lain. 

"Perburuan punya karakter yang berbeda, punya rasa dan makna tentang Indonesia, kemerdekaan. Beda sekali dan ini juga rasa cinta yang luar biasa. Masing-masing punya karakternya. Mereka nggak tabrakan," tegasnya. 

Merayakan bulan Pramoedya

Mungkin beberapa orang menyadari gaung untuk film Bumi Manusia terasa jauh lebih terdengar dibanding Perburuan, dimulai dari waktu perilisan poster film yang diarahkan oleh Hanung Bramantyo tersebut, yang lebih dahulu dibandingkan Perburuan.

Ditemui saat perilisan poster film Perburuan pada Rabu (26/6/2019), hal ini menurut Frederica adalah termasuk strategi promosi film. Sama sekali tidak ada niatan di pihak Falcon sendiri untuk membeda-bedakan kedua film tersebut. Bahkan baik Bumi Manusia dan Perburuan sama-sama dirilis pada tanggal yang sama untuk bisa saling melengkapi. 

"Kita sama-sama saling support untuk dua film Pramoedya sebagai selebrasi untuk sebuah perjalanan seorang Pramoedya Ananta Toer, itu jatuhnya di bulan Agustus. Merayakan bulannya Pramoedya untuk kemerdekaan Indonesia," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup