Harga Emas Naik Turun, Bagaimana Kondisi Industri Perhiasan?

Industri perhiasan merupakan lini bisnis yang memiliki kaitan erat dengan komoditi emas. Pergolakan harga emas dunia akan memberikan dampak pada industri ini.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 06 Juli 2019  |  23:05 WIB
Harga Emas Naik Turun, Bagaimana Kondisi Industri Perhiasan?
Perhiasan emas. - Bloomberg/Billy H.C. Kwok

Bisnis.com, JAKARTA - Industri perhiasan merupakan lini bisnis yang memiliki kaitan erat dengan komoditi emas. Pergolakan harga emas dunia akan memberikan dampak pada industri ini.

Meski begitu, Direktur Marketing UBS Gold Catur Limas mengatakan harga emas tinggi tidak serta merta menjadikan industri perhiasan dalam negeri merosot jauh.

Menurut Limas ada kalanya industri dan bisnis perhiasan terkoreksi karena faktor harga komoditi. Akan tetapi hal itu hanya merupakan dampak jangka pendek. Justru apabila kenaikan tersebut terus terjadi, akan banyak masyarakat yang tertarik menjadikannya peluang investasi.

“Bisnis perhiasan pascalebaran ini memang sedikit terkoreksi akibat harga emas yang melambung tinggi sekarang. Tetapi ini bukan berarti bisnis perhiasan itu tidak prospektif. Justru, kalau [harganya] naik terus, orang bakal beli karena percaya dengan emas dan perhiasan,” kata Catur.

Catur juga mengungkapkan bahwa produk perhiasan merupakan barang liquid yang selama 30 tahun terakhir tidak pernah sepi peminat dan harganya terus mengalami kenaikan.

Catur menjelaskan UBS Gold saat ini telah menyediakan semua jenis perhiasan yang bisa diproduksi, seperti kalung, gelang, anting, cincin, giwang, bros, dan lain-lain. Menurut Catur, dari semua jenis perhiasan yang ada, gelang dan cincin merupakan produk yang paling banyak dibeli masyarakat Indonesia.

UBS Gold, lanjut Catur, menargetkan segmentasi pasar yang luas dari seluruh kalangan dengan menyediakan varian emas dan perhiasan yang lengkap. Saat ini,pangsa pasar terbesar untuk perhiasan adalah kelas menengah bawah.

“Untuk pasar perhiasan kami memang model piramida, jadi semakin tinggi kadar emas atau harganya memang semakin sedikit jumlahnya [konsumen],” ujar Catur.

Untuk menghadapi persaingan pasar perhiasan di dalam negeri, Catur menuturkan UBS Gold mengandalkan desain produk. UBS mengeluarkan desain terbaru setiap hari.

Selain itu, UBS Gold selalu memadukan 2 konsep dalam produk yang dihasilkan, yakni barat (Italia) sebagai kiblat perhiasan dunia dan konsep regional hingga lokal, “Kami punya banyak desain batik misalnya yang banyak dicari orang,” imbuh Catur.

Catur menilai bahwa industri perhiasan dalam negeri saat ini memiliki porsi yang bagus untuk para pemain lokal. Dia mengakui produsen perhiasan lokal memiliki kualitas juga daya saing yang mumpuni, tidak hanya tingkat nasional tapi juga bersaing di luar negeri.

Tantangan utama yang dihadapi para produsen perhiasan, menurut Catur, adalah kemampuan untuk terus berinovasi mengingat pasar yang juga sangat dinamis, “Tantangannya harus terus berinovasi dan bisa membaca permintaan pasar,” kata Catur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhiasan emas

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top