YLKI Usul Pemerintah Buat Peta Kanker

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengusulkan pemerintah untuk membuat peta kanker agar penyakit tersebut tidak semakin mewabah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  12:48 WIB
YLKI Usul Pemerintah Buat Peta Kanker
Ilustrasi kanker darah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengusulkan pemerintah untuk membuat peta kanker agar penyakit tersebut tidak semakin mewabah.

"Peta kanker sudah dilakukan pemerintah China pada 1960an sebagai dasar pembuatan peta jalan penanggulangan kanker di Indonesia," kata Tulus melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Tulus menilai Indonesia sudah mengalami darurat kanker karena prevalensi kanker semakin meningkat. Riset Kesehatan Dasar 2013 menyatakan prevalensi kanker 1,4 persen, tetapi Riset Kesehatan Dasar 2018 menyebutkan prevalensi kanker menjadi 1,8 persen.

Selain membuat peta kanker, Tulus juga mendesak pemerintah Indonesia untuk tegas menegakkan aturan tentang kawasan tanpa rokok untuk melindungi masyarakat agar tidak menjadi perokok pasif.

"Salah satu pemicu dan pencetus prevalensi kanker adalah asap rokok. Salah satu korbannya adalah Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho," tuturnya.

Sutopo meninggal pada Minggu (7/7/2019) di Guangzhou, China saat menjalani pengobatan akibat kanker paru stadium IVB.

Sutopo mengaku menjaga perilaku hidup sehat dan tidak merokok, tetapi juga menyatakan kerap mendapati lingkungan kerja yang penuh asap rokok dan tidak bisa menghindar.

"Akankah putra-putri terbaik bangsa Indonesia terus bertumbangan oleh penyakit kanker dan asap rokok menjadi tersangka utamanya?" ujar Tulus. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ylki, kanker, sutopo purwo nugroho

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top