Tren Kolaborasi Perhiasan Emas

Perhiasan merupakan salah satu jenis akseseoris yang dapat membuat seseorang tampil lebih percaya diri sekaligus mampu menaikan status sosial. Salah satu jenis perhiasan yang paling diminati masyarakat Indonesia adalah emas.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 14 Juli 2019  |  14:04 WIB
Tren Kolaborasi Perhiasan Emas
Ilustrasi perhiasan emas - webuy/vegas

Bisnis.com, JAKARTA - Perhiasan merupakan salah satu jenis akseseoris yang dapat membuat seseorang tampil lebih percaya diri sekaligus mampu menaikan status sosial. Salah satu jenis perhiasan yang paling diminati masyarakat Indonesia adalah emas.

Selain karena nilai jualnya yang tinggi dan cenderung stabil, emas juga merupakan jenis perhiasan yang paling mudah menyatu dan dipadupadankan dengan fesyen keseharian yang dipilih.

Berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika perhiasan emas identik dengan warna kuning pekat dan ukuran yang besar dan berat. Saat ini, perhiasan emas dibuat lebih minimalis namun tetap cantik dengan desain klasik modern yang memikat bahkan menyerupai perhiasan berlian.

Jelita Setifa, GM The Palace Jeweler mengatakan bahwa tren perhiasan emas akan terus berkembang dan memiliki prospek pertumbuhan yang positif. Hal ini terbukti dengan terus bertambahnya toko perhiasan di Indonesia. 

“Didukung juga dengan populasi usia produktif, khususnya generasi Millenial yang berkembang pesat dan juga memiliki buying power yang cukup tinggi,” ujarnya.

Untuk menyasar kelompok millennial, maka tren perhiasan kini mulai mengusung konsep kolaborasi seperti yang lebih dulu dikembangkan oleh tren fesyen. Dengan konsep ini, brand-brand perhiasan akan dengan menggandeng sejumlah public figure dan desainer.

The Palace Jeweler pun telah mengadopsi tren ini dengan menggandeng sejumlah artis papan atas seperti Sandra Dewi sehingga bentuk dan desainnya lebih tematik dan disesuaikan dengan gaya dan ciri khas artis tersebut

“Dengan adanya kolaborasi-kolaborasi bersama public figure, maka desain perhiasan tersebut akan mendapatkan sentuhan khusus yang konsepnya disesuaikan dengan gaya dan karakter dari  artis tersebut secara personal,”  ujar Jelita Setifa, GM The Palace Jeweler.

Menurutnya, tren tersebut cukup diminati masyarakat karena dinilai memiliki konsep yang unik di setiap detail koleksinya. 

Cincin

Dari berbagai varian jenis perhiasan emas yang ada saat ini, Jelita mengakui bahwa cincin merupakan salah satu item perhiasan emas yang paling diminati oleh masyarakat. Meskipun secara berat lebih ringan dibandingkan item lainnya, tetapi cincin memiliki kontribusi penjualan tertinggi sehingga secara total transaksi, cincin merupakan yang terbesar.

“Kelebihan dari item cincin wanita karena beratnya cukup ringan, mulai dari 1gram-an, sehingga dari harga jual cukup terjangkau untuk konsumen. Sebaliknya item gelang memiliki berat minimum 3 gram, secara harga jual yang mengikuti berat emas per gram, dirasa cukup tinggi harganya bagi konsumen,” tuturnya.

The Palace Jeweler merupakan grup retail perhiasan dari PT. Central Mega Kencana, yang juga menaungi merk retail perhiasan ternama lainnya, seperti Frank & co. - Mondial Jeweler dan Miss Mondial, memiliki peluang tumbuh yang sangat besar di Indonesia.

Berbeda dengan sister brand nya yang fokus pada perhiasan berlian, The Palace memiliki portfolio perhiasan emas yang jauh lebih besar untuk ditawarkan kepada pelanggan perhiasan di Indonesia, sehingga ruang untuk tumbuh bagi The Palace Jeweler terbuka sangat lebar.

“Entry point bagi konsumen untuk membeli perhiasan, biasanya dimulai dari perhiasan emas, dan The Palace memfasilitasi kebutuhan tersebut dari bisnis modelnya,” ujarnya.

Untuk mengadapi persaingan di industry perhiasan, The Palace juga sister brand di bawah naungan PT. Central Mega Kencana melakukan berbagai strategi. Antara lain lebih mengedepankan kualitas yang tepat (baik kadar emas, maupun kualitas berlian) serta menjaga kualitas yang tinggi dari setiap barang yang di produksi (craftsmanship).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perhiasan emas

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top