Mendengarkan Musik Dapat Redakan Rasa Sakit Pasien Kanker

Pasien kanker yang sedang berjuang melawan sakit dan kelelahan dalam masa perawatan ternyata dapat dibantu dengan terapi mendengarkan musik.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  14:48 WIB
Mendengarkan Musik Dapat Redakan Rasa Sakit Pasien Kanker
Ilustrasi kanker darah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pasien kanker yang sedang berjuang melawan sakit dan kelelahan dalam masa perawatan ternyata dapat dibantu dengan terapi mendengarkan musik.

Cara ini juga dinilai dapat meredakan gejala seperti kehilangan nafsu makan dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Hal ini diungkapkan dalam penelitian di Taiwan.

Dalam penelitian, pasien kanker payudara diminta untuk mendengarkan musik selama 30 menit selama lima kali seminggu. Ternyata, mendengarkan musik secara nyata dapat mengurangi efek samping perawatan kanker selama 24 minggu.

Penelitian ini dipublikasikan dalam European Journal of Cancer Care.

Para pasien mengatakan musik membantu mereka untuk merasa lebih sejahtera. Secara psikologis, musik juga membantu mereka untuk menjauhkan pikiran negatif tentang kanker.

 "Terapi musik itu nyaman, tidak melibatkan prosedur invasif, dan dapat dengan mudah digunakan oleh orang-orang di rumah mereka atau senyaman mungkin," kata peneliti Kuei-Ru Chou dari Taipei Medical University di Taiwan.

Pasien Kanker Payudara

Para peneliti melakukan penelitian pada 60 pasien kanker payudara dan secara acak meminta setengah dari mereka untuk mendengarkan musik di rumah menggunakan pemutar MP3 yang disediakan oleh tim studi dengan pilihan musik klasik, populer, musik Taiwan dan lagu rohani.

Pasien lain diberi instruksi yang sama tetapi pilihan musiknya adalah berbagai jenis musik yang terdiri dari suara lingkungan.

Sebelum para pasien itu menjalani operasi, dan setelah 6, 12, dan 24 minggu mendengarkan musik, semua pasien menilai keparahan 25 gejala fisik pada skala lima poin dan tingkat rasa sakit yang mereka rasakan pada skala 100 poin.

Rata-rata skor keparahan gejala fisik dari kelompok terapi musik telah turun lima poin pada penilaian enam minggu, tujuh poin pada 12 minggu dan hampir sembilan poin setelah 24 minggu. Skor nyeri dan skor kelelahan secara  keseluruhan juga turun.

Bagi mereka yang mendengarkan musik, kelelahan fisik dan mental juga menurun pada enam minggu tetapi tidak lebih lambat. Akan tetapi, terapi musik mungkin tidak menghilangkan kelelahan fisik dan mental jangka panjang.

Mendengarkan musik membantu tubuh mengeluarkan hormon endorfin, dopamin, dan serotonin di otak, zat-zat kimia tersebut dapat memicu kegembiraan dan emosi positif yang mengalihkan perhatian pasien dari emosi negatif.

Musik juga dapat memengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, pernapasan, otot, kerangka, saraf, metabolisme. Mendengarkan musik juga meredakan ketegangan otot dan rasa sakit.

Intinya, terapi musik dapat membawa beberapa manfaat bagi pasien kanker, membantu mereka menemukan cara untuk mengatasi stres, ketakutan, dan kesepian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik, penyakit, kanker

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top