Kiat Memilih Produk Investasi untuk Mahar

Ketua Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia (APII) Ari Adil berpendapat bahwa masyarakat perlu untuk terus diedukasi mengenai literasi investasi pasar modal agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat dan fungsi dari produk investasi yang ada di pasar modal.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  18:05 WIB
Kiat Memilih Produk Investasi untuk Mahar
Ilustrasi - Beauty/works.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Viralnya berita tentang pasangan suami istri yang memanfaatkan produk investasi untuk mahar pernikahan bisa menjadi inspirasi bagi pasangan-pasangan lain dalam menentukan mahar.

Pemanfaatan produk investasi untuk mahar pernikahan bisa dibilang merupakan fakta yang cukup menggembirakan di dunia literasi investasi.

Ini menandakan bahwa masyarakat semakin tidak tabu dengan produk-produk investasi, dengan cara memanfaatkannya untuk mempersiapkan ragam kebutuhan di masa mendatang.

Hal tersebut diakui oleh Ari Adil, Ketua Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia (APII). Ari mengungkapkan bahwa masyarakat perlu untuk terus diedukasi mengenai literasi investasi pasar modal agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat dan fungsi dari produk investasi yang ada di pasar modal.

Terkait dengan ketentuan produk investasi untuk mahar yang sesuai dengan syariah, Ari berpendapat bahwa sebenarnya di pasar modal sudah tersedia berbagai produk investasi yang berpedoman pada prinsip syariah.

Dewan Penasihat Syariah (DPS) adalah pihak yang memonitor manajer investasi untuk bisa beroperasi sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sudah ada saham-saham yang sesuai dengan pedoman prinsip syariah.

“Kalau mementingkan adanya pedoman syariah untuk mahar, sudah tersedia banyak produk investasi, khususnya reksa dana sesuai syariah,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dia menjelaskan bahwa reksa dana adalah produk investasi yang paling bisa dimengerti dan mudah, sebab ada manajer investasi yang mengelola dana secara profesional.

Namun, jika literasi investasi sudah cukup dalam dan memiliki pengetahuan serta keahlian khusus, masyarakat juga bisa memanfaatkan saham untuk mahar pernikahan.

Oleh sebab itu, menurut Ari, tidak ada produk investasi yang spesifik untuk mahar pernikahan lantaran produk investasi sudah tersedia semua di pasar modal.

“Jadi, tidak perlu ada penyesuaian atau produk baru dari perusahaan investasi. Semua sudah tersedia, tinggal dipilih,” jelasnya.

Ari menjelaskan bahwa secara umum fungsi daripada mahar adalah untuk memberikan hadiah yang bisa berguna kepada pasangannya. Pendek kata, mahar dipilih untuk bisa bermanfaat di kemudian hari.

Jika  yang biasanya berupa emas yang sewaktu-waktu bisa digadai atau dijual, pemanfaatan produk investasi juga demikian, yakni bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan di masa mendatang.  

Dia memberi contoh sepasang mempelai di Padang, Sumatera Barat yang memanfaatkan 9 produk reksadana sebagai mahar pernikahan. Menurutnya, calon suami memberikan mahar produk investasi tersebut menyesuaikan dengan tujuan sang calon istri ke depan.

“Saya mengestimasi itu, misalnya reksadana pertama untuk keperluan anak lahir tiga tahun lagi. Reksadana kedua untuk anak masuk sekolah delapan tahun lagi. Lalu reksadana ketiga untuk membeli rumah 10 tahun lagi, dan seterusnya,” terangnya.

“Jadi intinya menyesuaikan produk sesuai dengan tingkat risiko, jangka waktu, dan tujuan investasi,” lanjutnya.

Menurutnya, pemanfaatan produk investasi tersebut perlu dipahami oleh masyarakat, terutama kalangan milenial yang memiliki peluang kehidupan yang cukup panjang.

Ari menambahkan, masyarakat masih perlu untuk terus diedukasi mengenai literasi investasi sektor pasar modal.

Meskipun, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016 menunjukkan bahwa secara umum angka literasi keuangan di Indonesia mengalami peningkatan, namun sektor pasar modal berada di posisi terendah.

Literasi investasi pasar modal, lanjutnya, perlu untuk didorong mengingat objektif keuangan personal atau personal finance yang diperlukan untuk mencapai tujuan hidup masyarakat bisa diperoleh melalui investasi di pasar modal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top