Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CEK FAKTA: Penderita Asma Kulit Boleh Mandi Air Hangat

Penderita asma kulit atau dermatitis atopik (DA) umumnya mengalami kondisi kulit yang kering hingga pecah-pecah. Dalam keadaan seperti itu apakah penderita boleh mandi air hangat?
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  07:16 WIB
Dermatitis atopik - Istimewa
Dermatitis atopik - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA  - Penderita asma kulit atau dermatitis atopik (DA) umumnya mengalami kondisi kulit yang kering hingga pecah-pecah. Dalam keadaan seperti itu apakah penderita boleh mandi air hangat?

"Tidak dianjurkan air terlalu panas karena orang atopik mengalami gangguan produksi kelenjar minyak," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia, dr Anthony Handoko, SpKK dalam seminar media di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Produksi minyak pada kulit penderita DA umumnya lebih sedikit sehingga kulit lebih kering dibandingkan pada orang sehat. Air hangat bisa menyebabkan minyak di kulit yang berfungsi untuk melembapkan, terbawa keluar.

"Kalau mandi air panas, minyak tubuh yang seharusnya melembapkan kulit kita, terbawa," tutur Anthony.

DA, suatu penyakit kulit kronis tak menular dapat menyerang semua umur dari bayi hingga lansia. Gejala utama penyakit itu antara lain kulit gatal, kering hingga pecah-pecah, ruam kemerahan, dan kulit menebal.

Gejala penyakit itu muncul di lokasi tertentu. Pada anak biasanya di wajah, sikut, kulit kepala, sementara orang dewasa umumnya mengalaminya di lipatan siku, lipatan lutut, leher, seputar mata dan bibir.

Ada beragam faktor yang bisa mencetuskan DA, seperti cuaca terlalu panas atau dingin, perubahan cuaca, debu, daya tahan tubuh turun, stres, gigitan serangga dan riwayat keluarga pernah menderita DA.

Menurut Anthony, penderita DA biasanya juga mengalami gejala penyerta seperti hidung meler atau bersin pada pagi hari, mata merah dan asma.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cuaca kulit asma Fact or Fake
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top