Berapa Biaya Syuting Warkop DKI Reborn di Gurun Sahara?

Untuk memberikan warna baru pada dunia perfilman komedi Indonesia, maka Warkop DKI Reborn melakukan syuting di Gurun Sahara, Maroko.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  13:11 WIB
Berapa Biaya Syuting Warkop DKI Reborn di Gurun Sahara?
Warkop DKI Reborn. - Repro/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA—Untuk memberikan warna baru pada dunia perfilman komedi Indonesia, Warkop DKI Reborn  syuting di Gurun Sahara, Maroko. Syuting di gurun pasir ini memakan waktu sekitar 35 hari.

Indro Warkop mengungkapkan, tidak mudah untuk berjalan di gurun pasir, sebab melangkah 5 kali, maka turun 2 kali.

Tantangan yang paling sulit dalam syuting ini adalah cuaca yang cukup ekstrem. Indro menuturkan, suhu di gurun pasir bisa mencapai 48 derajat Celcius pada siang hari dan malam hari bisa negatif, ditambah angin dan pasir debu yang menjadi penghambat.

Syuting ini juga dilakukan saat bulan puasa, waktu puasa di Maroko lebih lama dibandingkan dengan di Indonesia. Tantangan lainnya yakni saat syuting bersama unta dan unta tidak menuruti perintah. Meskipun begitu, Indro Warkop mengaku bahagia usai melihat hasil karya Warkop DKI Reborn.

Dia bercerita, Warkop DKI Reborn awalnya dirilis pada 2016 atas dasar kerinduan kepada kedua temannya yakni Dono dan Kasino.

Melihat respons masyarakat sangat positif pada 2016, maka kali ini Warkop DKI Reborn merilis komedi yang segar, kekinian dan bisa dinikmati oleh seluruh kalangan dan usia. Sebelumnya, peran Doni, Kasino dan Indro diisi oleh Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro. Kali ini Dono, Kasino dan Indro diperankan oleh Randy Nidji, Adipati Dolken dan Aliando Syarief.

Frederica, produser di Falcon Pictures mengungkapkan, karakter Dono, Kasino dan Indro pada Warkop DKI Reborn kali ini sangat kuat. Harapannya, kalau masyarakat berbicara komedi maka ingat Warkop DKI. Dia ingin, Warkop DKI Reborn melegenda.

“Kalau orang ingat komedi maka akan ingat Warkop DKI. Kami juga enggak membuat subjudul, karena ingin memperkenalkan brand baru dari karakter baru,” ungkap perempuan yang akrab disapa Erica.

 Erica menambahkan, biaya pembuatan film Warkop DKI Reborn yang ketiga terbilang cukup mahal dan lebih mahal dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya. Menurutnya, biaya pascaproduksi masih berjalan hingga sekarang.

Pada 2016, Falcon menghabiskan dana hingga Rp15 miliar untuk biaya promosi dan untuk memproduksi film Warkop DKI Reborn sekitar Rp10 miliar.

“Biaya produksi Warkop DKI Reborn sekarang mahal, karena ada syuting di Maroko. Biasanya 3 kali lipat dari Warkop DKI pertama dana biaya masih jalan sampai sekarang, karena ada biaya pascaproduksi,” ungkap Erica.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, film indonesia

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top