Manfaat Memberikan Mainan Kepada Anak

Mainan fisik dengan beragam bentuknya, bukan hanya sekadar sebagai sarana hiburan bagi anak melainkan memiliki banyak manfaat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  21:25 WIB
Manfaat Memberikan Mainan Kepada Anak
Ilustrasi - Antara/Dewi Fajriani

Bisnis.com, JAKARTA — Mainan dan anak-anak barangkali merupakan dua hal yang selalu berkaitan. Seorang anak bakal cenderung tertarik dengan berbagai jenis mainan yang dilihatnya. Bahkan, tak sedikit anak yang meronta-ronta bila mainan yang diinginkan tidak diberikan kepadanya atau tak sedikit pula orang tua yang memberikan anaknya mainan sebagai cara untuk menangkan si buah hati.

Psikolog sekaligus Pendiri Rumah Dandelion Nadya Pramesrani mengatakan bahwa mainan fisik dengan beragam bentuknya, bukan hanya sekadar sebagai sarana hiburan bagi anak melainkan memiliki banyak manfaat.

Menurutnya, mainan bisa memengaruhi tumbuh kembang anak dalam hal kecerdasan kognitif. Misalnya, anak yang sejak kecil diberikan mainan menyusun gambar ke depannya akan lebih mudah dan cepat memahami kosa kata.

Contoh lain misalnya anak yang sejak kecilnya telah dikenalkan mainan berhitung cenderung akan belajar dan berimprovisasi dengan angka, “Dari sisi kognitif, mainan semacam puzzle itu melatih otaknya berpikir sejak kecil. Ini bagus supaya anak terbiasa dan cepat belajar banyak hal,” katanya.

Selain itu, dia menuturkan mainan juga berpengaruh terhadap fisik anak karena dapat melatih kemampuan motorik halus dan kasar seperti kelincahan, kekuatan, keluwesan kaki dan tangan si buah hati.

Kendati begitu, Nadya menggarisbawahi bahwa hal penting yang perlu diperhatikan terkait mainan dan anak adalah perlunya komunikasi dan pendampingan dari orang tua. Komunikasi di sini maksudnya adalah pengenalan jenis mainan dan cara yang tepat untuk dimainkan kepada si kecil.

“Mainan itu sebagai sarana yang bagus buat anak supaya aktif bergerak dan berpikir, tapi yang paling penting tetap perlu pendampingan supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Anak juga butuh bermain dengan orang tuanya, ini lebih baik,” ujarnya.

Dia menyarankan membelikan anak jenis mainan edukasi dan bisa dimainkan secara berkelompok agar si kecil juga bisa berinteraksi dengan teman-temannya. Pasalnya, apabila anak sejak kecil lebih sering bermain sendiri, dikhawatirkan mereka kurang bisa berbagi ketika mulai beranjak besar.

Adapun, terkait perkembangan zaman saat ini banyak orang tua yang memberikan anaknya akses untuk permainan digital menggunakan berbagai gadget. Terkait hal tersebut, Nadya berpendapat bahwa sebaiknya orang tua tidak dengan mudah mengizinkan anak bermain dengan perangkat teknologi itu.

Kalau pun diizinkan, perlu ditegaskan pembatasan jam untuk mengakses gadget dan orang tua perlu memfilter berbagai konten yang bisa dikonsumsi oleh anak mereka. Sekali lagi, dia menekankan lebih baik apabila orang tua bisa menyisihkan waktu untuk bermain dengan anak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top