Ini Pengakuan Ahn Jae Hyun Soal Perceraiannya

Setelah 3 hari sejak aktris Korea Selatan Ku Hye Sun mengungkap kepada publik bahwa pernikahannya di ambang perpisahan, akhirnya sang suami Ahn Jae Hyun buka suara pada 21 Agustus 2019.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  14:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah 3 hari sejak aktris Korea Selatan Ku Hye Sun mengungkap kepada publik bahwa pernikahannya di ambang perpisahan, akhirnya sang suami Ahn Jae Hyun buka suara pada 21 Agustus 2019.

Melalui akun Instagram pribadinya, dia mengungkap sisi lain tentang pernikahan mereka.

Dalam pesannya yang sangat panjang di Instagram, Ahn Jae Hyun mengatakan bahwa dia terpaksa berbicara mengenai perceraian tersebut setelah merasa dituduh selingkuh oleh pengacara Ku Hye Sun.

Dia melakukan beberapa klarifikasi berikut ini:

“Halo, ini Ahn Jae Hyun. Saya meminta maaf karena urusan pribadi saya menimbulkan persoalan. Saya sangat mencintai Ku Hye Sun dan menikahinya dengan penuh rasa hormat. Karena kami berdua adalah public figure, saya sebetulnya berharap semua ini dapat diselesaikan dengan tenang. Jadi, ketika saya dihadapkan dengan pengumuman dan informasi yang mengejutkan, saya berusaha tetap diam dan menahannya. Namun, karena hanya beberapa bagian saja yang dibukakan kepada publik sehingga kebenarannya tidak utuh, di mana hal itu melukai orang-orang di sekitarku. Setelah dituduh menghubungi perempuan lain, aku tidak bisa tinggal diam dan menulis pesan ini.

Walaupun selama menjalani kehidupan pernikahan kami saling menyukai dan berbahagia selama 3 tahun ini, ada masa di mana saya merasa sangat terbeban secara mental. Walaupun kami sudah berusaha untuk meningkatkan hubungan kami, sangat tidak muda bagi kami untuk menutupi bahwa ada jarak di antara kami. Akhirnya, karena tidak dapat menyatukan perbedaan itu, kami berdua setuju untuk berpisah, sehingga dia (Ku Hye Sun) dapat tinggal dengan nyaman dengan 5 hewan peliharaannya. Saya akhirnya pindah dari rumah kami. Setelahnya, pada 30 Juli kami sepakat untuk bercerai.

Saya membayar sepenuhnya sejumlah yang disepakati dalam perjanjian perceraian yang sudah dikalkulasikan oleh Ku Hye Sun. Dalam kalkulasinya, dia bahkan mengikutsertakan biaya pekerjaan rumah tangga dan donasi yang kami berikan selama pernikahan. Saya menyetujui semua permintaannya. Akan tetapi, alasan saya melakukan hal tersebut bukan karena saya yang bersalah dalam pernikahan, tetapi karena aku ingin membantu istriku secara finansial. Namun, beberapa hari kemudian Ku Hye Sun mengklaim bahwa jumlahnya tidak cukup dan meminta kepemilikian apartemen yang pernah kami tinggali bersama.

Setelah itu, saya memberitahukan hal ini kepada perusahaan. Pada 8 Agustus, kami bertemu CEO yang mencoba untuk membujuk kami untuk mempertimbangkan waktu yang tepat untuk mempublikasikannya. Namun, perasaan saya mengenai perceraian tidak berubah.

Pada 9 Agustus, Ku Hye Sun datang ke apartemen yang aku tinggali sendiri dan berbohong pada petugas keamanan kalau dia kehilangan kunci. Dia memasuki apartemenku dan mengatakan bahwa dia bukannya masuk tanpa permisi, tetapi dia masuk ke rumah itu karena dia adalah istriku. Dia kemudian mulai menelusuri ponselku dan merekam. Aku masih tidur saat itu dan sangat kaget dan ketakutan akan kelakuannya.

Saat memeriksa ponselku, ada percakapan dengan CEO yang menanyakan tentang salah satu aspek dari cerita kami yang tidak sepadan. Ku Hye Sun mengklaim bahwa dia belum meminta apartemen kami, karena merasa memiliki hak kepemilikan sehingga tidak perlu memintanya, dan aku merespons hal ini pada CEO. Saya tidak mengatakan hal-hal yang buruk tentang dia. Malam itu saya menyadari bahwa melanjutkan pernikahan hanya akan menyakiti kami dan aku semakin yakin untuk bercerai.

Beberapa hari kemudian Ku Hye Sun menghubungi saya bahwa dia ingin bercerai secepatnya. Dia sudah meminta pengacara mengirimkan perjanjian perceraian dan pernyataan resmi untuk media, dan dia mengatakan padaku untuk mencari pengacara juga karena dia berencana menyelesaikannya di pengadilan pada 28 Agustus.

Karena dia meminta lebih, aku harus mencari pinjaman utang, dan menjual rumahku. Aku tidak punya pilihan selain menceritakan semuanya pada agensi. Bukan karena ini melibatkan agensi dalam masalah pribadi, tetapi karena saya adalah aktor di bawah naungan agensi saya perlu mengatakannya kepada mereka.

Setelah menikah saya mengalami depresi dan melewati perawatan untuk itu dan saat ini mengonsumsi obat antidepressant. Selama menjalani kehidupan pernikahan, saya tidak pernah melakukan hal yang memalukan.

Saya sudah melihat pernyataan Ku Hye Sun tentang ingin mempertahankan pernikahan, namun setelah melihat dia melukai banyak orang dengan mengaburkan kebenaran dengan perkataannya, saya tidak makin mantap untuk tidak melanjutkan pernikahan.

Saya sangat meminta maaf pada agensi yang mengalami kerugian akibat persoalan pribadi saya, juga kepada staff  My Ugly Duckling atas kerugian penyiaran, dan semua kru dalam drama saya. Saya sangat malu, saya minta maaf. Saya minta maaf juga kepada istriku, yang pasti sangat menderita secara emosional sehingga bertingkah laku seperti itu. Tetapi, tetap saja aku tidak mengerti akan hal ini. Saya minta maaf dengan tulus. Sekian.

Unggahan ini kemudian ditanggapi oleh Ku Hye Sun melalui akun instagramnya, mengklarifikasi pernyataan Ahn Jae Hyun 20 menit kemudian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korea selatan, drama korea

Sumber : Soompi

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top