Ratusan Lukisan Kontemporer Karya Disabilitas Warnai Outsider Artpreneur

Tiap-tiap sudut ruangan di Galeri Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, menjelma menjadi warna-warni karena dihiasi sekitar 100 lukisan kontempoter dari sembilan artis berkebutuhan khusus dari Komunitas Kapal Cinta.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  13:12 WIB
Ratusan Lukisan Kontemporer Karya Disabilitas Warnai Outsider Artpreneur
Pameran seni Outsider Artpreneur 2019 bertema Pasung Kapal Lepas dikuratori oleh pengamat seni Jean Couteau, sedangkan pelukis Hanafi sebagai pendamping seniman.
Bisnis.com, JAKARTA — Tiap-tiap sudut ruangan di Galeri Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, menjelma menjadi warna-warni karena dihiasi sekitar 100 lukisan kontempoter dari sembilan artis berkebutuhan khusus dari Komunitas Kapal Cinta.
Komunitas itu merupakan penggagas pameran seni Outsider Artpreneur 2019, dengan tema Pasung Kapal Lepas. Pameran lukisan itu melibatkan pengamat seni Jean Couteau sebagai kurator dan pelukis Hanafi sebagai pendamping seniman.
Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata mengatakan bahwa pameran ini didedikasikan kepada seniman berkebutuhan khusus. Penyelenggaraan pada tahun ini bakal menjadi tonggak sehingga pergelaran ini berlangsung rutin di Galeri Ciputra Artpreneur. 
 
"Saya berharap, pameran ini bisa membuka mata publik dan mengajak kita untuk lebih terbuka dalam memahami dan mengenal kondisi mereka yang berkebutuhan khusus," ujarnya, Selasa (27/8/2019).
 
Rina Ciputra menjelaskan, pameran diharapkan juga mampu membuka jalan kepada keluarga dan komunitas bahwa seniman disabilitas dapat  mandiri dan berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Penyelenggaraan pameran ini digelar pada 27 Agustus—8 September 2019 di Galeri Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Beberapa musikus seperti grup band Efek Rumah Kaca, Kunto Aji, dan Endah n Resa, dijadwalkan tampil pada hari-hari pelaksanaan pameran.
 
Wadah Ekspresi
 
Sementara itu, Hanafi menjelaskan bahwa anak-anak disabilitas tersebut memerlukan pembekalan lebih lanjut dalam mengarungi dunia kesenian, khususnya seni rupa.
 
"Namun, yang terpenting anak-anak melakukannya dengan gembira dan sebagai sarana terapi bagi mereka," ujar pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, ini. 
Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid. Dia menjelaskan bahwa acara ini dapat menjadi wadah bagi mereka yang berkebutuhan khusus untuk menyalurkan ekspresi sekaligus sarana terapi. 
Aqillurachman Prabowo, 14 tahun, salah seorang seniman dalam pameran tersebut, mengatakan bahwa melukis membuatnya bergembira.
"Saya mau serius dalam melukis. Makanya, saya home schooling cuma 3 jam, sisanya saya habiskan waktu untuk melukis," ungkap Aqil yang mengaku sudah melukis sejak berusia 9 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni rupa, Ciputra Artpreneur

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top