Skandal Judi K-Pop: Mantan CEO YG Entertainment Bantah Tuduhan Polisi

Yang Hyun-suk, mantan CEO YG Entertainment yang terjerat skandal, membantah sebagian besar tuduhan polisi usai menjalani interogasi seharian oleh penyidik tentang tuduhan perjudian di luar negeri dan menyediakan layanan seks untuk investor asing, Jumat (30/8/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Agustus 2019  |  10:23 WIB
Skandal Judi K-Pop: Mantan CEO YG Entertainment Bantah Tuduhan Polisi
Yang Hyun-suk pendiri YG Entertainment di Seoul Metropolitan Police Agency. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Yang Hyun-suk, mantan CEO YG Entertainment yang terjerat skandal, membantah sebagian besar tuduhan polisi usai menjalani interogasi seharian oleh penyidik tentang tuduhan perjudian di luar negeri dan menyediakan layanan seks untuk investor asing, Jumat (30/8/2019).

Dilansir kantor berita Yonhap, pria 49 tahun itu keluar kantor Tim Investigasi Kejahatan Intelektual di Kantor Polisi Metropolitan Seoul pukul 8.30 pagi waktu setempat, sekitar 23 jam setelah dia dipanggil sebagai tersangka.

Dia ditanya tentang tuduhan tersebut oleh para pewarta, namun hanya merespons dirinya menjawab pertanyaan polisi secara jujur.

"Saya menjawab pertanyaan-pertanyaan polisi secara jujur dan memberikan penjelasan detail," kata dia pada reporter.

Yang menghadapi tuduhan bersama Seungri, mantan anggota grup K-pop BIGBANG, bahwa mereka rutin berjudi di kasino hotel di Las Vegas dan melanggar undang-undang transaksi valuta asing untuk mengamankan uang hasil judi mereka.

Seungri, pemilik nama asli Lee Seung-hyun, juga dipanggil polisi sebagai tersangka, Rabu (28/8/2019), dan menjalani interogasi selama lebih dari 12 jam.

Yang dan Seungri dilaporkan menghabiskan uang masing-masing 1 miliar won dan 2 miliar won untuk perjudian.

Pada Juli, Yang diduga menyediakan layanan seks untuk investor asing pada 2014 saat sedang menjamu mereka di restoran mewah. Menurut polisi, Yang membantah sebagian besar tuduhan selama interogasi.

Yang dulu merupakan idola K-pop yang menjadi sosok di balik agensi besar YG Entertainment. Ia mundur dari jabatannya pada Juni lalu di mana para artis di bawah naungannya terjerat berbagai skandal, termasuk narkoba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
narkoba, judi, Kpop

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top