Terlalu Banyak atau Sedikit Tidur Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Hasilnya menunjukkan orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam, 20% lebih mungkin mengalami serangan jantung. Sementara, orang yang tidur lebih dari 9 jam dalam sehari memiliki peluang 34% terkena serangan jantung.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 04 September 2019  |  12:45 WIB
Terlalu Banyak atau Sedikit Tidur Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Insomnia - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Penelitian terbaru menemukan bahwa terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serang jantung.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado Boulder, Amerika Serikat mengevaluasi catatan medis lebih dari 461.000 orang dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Para pasien rata-rata berusia antara 40 hingga 69 tahun dan tidak pernah mengalami serangan jantung sebelumnya.

Tim peneliti membandingkan pasien yang tidur antara 6-9 jam perhari dengan mereka yang tidur kurang dari 6 jam dan lebih dari 9 jam dalam satu malam.

Hasilnya menunjukkan orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam, 20% lebih mungkin mengalami serangan jantung. Sementara, orang yang tidur lebih dari 9 jam dalam sehari memiliki peluang 34% terkena serangan jantung.

Para peneliti kemudian melihat profil genetik para peserta untuk lebih memahami bagaimana tidur memengaruhi risiko terkena serangan jantung. Mereka menemukan bahwa orang yang memiliki kecenderungan genetik penyakit jantung, risikonya akan berkurang hingga 18% jika mereka tidur normal antara 6-9 jam semalam.

Kendati belum diketahui secara pasti kenapa tidur teratur bisa menurunkan risiko serangan jantung, diketahui bahwa tidur merupakan aktivitas yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan kondisi seseorang secara keseluruhan.

Kebiasaan tidur yang sehat dihubungkan dengan kinerja, suasana hati, pembelajaran, dan memori yang lebih baik. Sementara, tidur yang buruk bisa mendatangkan malapetaka pada tubuh, yang pada gilirannya bisa berdampak serius pada jantung.

Dilansir dari Healthline, Rabu (4/9/2019) Celine Vetter, asisten profesor fisiologi integrative di University of Colorado Boulder mengatakan jika seseorang ingin mengoptimalkan gaya hidup, mereka harus mempertimbangkan tidur mereka dengan baik.

“Hal ini sangat penting karena temuan kami mendukung bahwa ini [waktu tidur] adalah faktor risiko gaya hidup utama yang berkontribusi terhadap kesehatan jantung. Ini berlaku untuk semua orang, terlepas dari profil risiko masing-masing,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tidur

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top