Ternyata, Sarang Kuman Terbanyak di Rumah Anda

Faktanya, kuman ada di mana-mana. Akan tetapi, ada beberapa tempat seperti di rumah sendiri yang menjadi tempat kuman dan bakteri berkembang biak.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 10 September 2019  |  14:08 WIB
Ternyata, Sarang Kuman Terbanyak di Rumah Anda
Virus hepatitis - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Faktanya, kuman ada di mana-mana. Akan tetapi, ada beberapa tempat seperti di rumah sendiri yang menjadi tempat kuman dan bakteri berkembang biak.

Itulah sebabnya penting sekali untuk mengetahui dengan cermat tempat-tempat tertentu yang bisa menjadi sarang kuman.

Banyak informasi yang mengatakan bahwa sarang kuman yang paling banyak adalah dudukan closet, lantai, dan spons pencuci piring di dapur. Apakah itu benar?

Sebuah studi yang dipublikasikan di Nature’s Scientific Reports menyelidiki berapa banyak bakteri yang biasa hidup di spons dapur. 

Studi ini menemukan bahwa sebanyak 362 spesies bakteri yang berbeda hidup di dalam spons dapur, dan jumahnya sekitar 82 miliar dalam satu inci kubik spons.

Sampel Tinja

Jika Anda menghitungnya,  jumlah bakteri yang ditemukan dalam spons  sama dengan sampel tinja manusia. Kebanyakan bakteri ini tidak berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh normal.

Akan tetapi, jika Anda telah menggunakan spons untuk menyeka tetesan telur mentah atau buah dan sayuran, spons itu bisa mengandung bakteri yang dapat membuat Anda sakit. Apalagi, jika Anda menggunakan spons tersebut untuk membersihkan dapur, hal itu akan menyebarkan bakteri ini ke bagian lain di dapur misalnya ke microwave, pintu kulkas, atau meja dapur Anda.

Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa mencoba membersihkan spons sebenarnya dapat menyebabkan lebih banyak bakteri. Hal ini bisa terjadi karena ternyata saat spons dibersihkan, Anda hanya sedang menyingkirkan bakteri yang lemah tetapi membuka ruang bagi bakteri yang lebih kuat untuk bereproduksi.

Cara terbaik untuk menghindari bakteri dari spons adalah dengan rutin mengganti spons setiap minggu. Lalu, bagaimana dengan lantai dapur?

Benarkah makanan yang jatuh ke lantai dapur selama 5 detik masih bisa dikonsumsi?

Ahli mikrobiologi di Universitas Rutgers meneliti tentang hal ini. Tim studi tersebut menguji empat makanan yang berbeda yakni semangka, roti, roti mentega, dan permen yang kemudian dijatuhkan pada 4 permukaan berbeda yaitu baja tahan karat, ubin keramik, kayu, dan karpet.

Masing-masing dijatuhkan pada jangka waktu yang berbeda yakni kurang dari 1 detik, 5 detik, 30 detik, dan 5 menit.

Penelitian menemukan bahwa makanan yang menyentuh permukaan dalam waktu yang sangat singkat yakni kurang dari satu detik sudah terkontaminasi. Makin lama sepotong makanan jatuh di lantai, makin banyak bakteri yang menempel.

Semangka terkontaminasi paling banyak bakteri, kemungkinan besar karena semangka itu basah. Sementara itu, permen hanya terkontaminasi sedikit terkontaminasi.

Sekali lagi, kebanyakan bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia, bahkan sebagian dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Tetapi, Anda tentu perlu berhati-hati dengan kuman yang membuat Anda sakit, seperti virus flu.

Intinya adalah aturan 5 detik makanan terjatuh dapat dikonsumsi kembali itu tidak berlaku. Jika Anda menjatuhkan makanan di lantai, pilihan terbaik adalah membuangnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus, flu, kuman

Sumber : Psychologytoday.com

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top