Seniman : Sketsa itu Puisi, Lukisan itu Novel

Seniman Yusuf Susilo Hartanto menjelaskan bahwa karya seni sketsa berbeda dengan karya seni lukisan, kendati keduanya menggunakan bahan, peralatan, dan teknik yang mirip.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 13 September 2019  |  20:59 WIB
Seniman : Sketsa itu Puisi, Lukisan itu Novel
Sketsa "In the Bus" karya S. Sudjojono yang dipamerkan di Festival Sketsa Indonesia bertempat di Galeri Nasional, Jakarta - Bisnis/Syaiful M

Bisnis.com, JAKARTA – Sketsa merupakan bagian dari karya seni yang kini memiliki tempat tersendiri bagi para pelaku dan penikmat seni.

Seniman Yusuf Susilo Hartanto menjelaskan bahwa karya seni sketsa berbeda dengan karya seni lukisan, kendati keduanya menggunakan bahan, peralatan, dan teknik yang mirip. Dia mengibaratkan sketsa sebagai puisi dan lukisan sebagai novel.

“Gampangnya begini, sketsa itu engga beda degan puisi sifatnya memampatkan dan mengambil sari inti sedangkan lukisan itu ibarat novel, ada cerita yang dibuat lalu diberi motif dan hiasan,” katanya kepada Bisnis.

Dia juga menyampaikan, konsep awal dari sketsa memang untuk mengenali objek fisik dengan goresan tinta hitam di atas kertas putih. Misalnya, yang populer adalah sketsa bangunan atau objek arsitektur tertentu.

Akan tetapi dalam perjalanannya, konsep itu berkembang dan mulai muncul berbagai ide lain mengenai sketsa. Objek tidak lagi identik dengan fisik dan nyata, tetapi ada objek imajinatif yang berada di dalam pemikiran seniman.

Sketsa, juga tidak lagi hanya bercorak hitam-putih saja. Telah banyak karya seni ini yang dibuat menggunakan warna-warna lain, “Yang penting itu esensinya seperti apa. Esensi karya maupun makna yang ada dibalik itu menjadi hal penting,” imbuhnya.

Sementara itu kurator seni Bambang Bujono menjelaskan bahwa dalam 1 dekade terakhir, seni sketsa mulai populer dengan hadirnya komunitas Urban Sketcher yang berasal dari Amerika Serikat dan terus berkembang ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Menurutnya, kehadiran komunitas sketsa urban ini merupakan fenomena sosial sekaligus fenomena kesenian yang penting dalam perkembangan karya seni sketsa dalam negeri.

“Orang-orang yang gabung di komunitasnya itu berangkat dari kesukaan jadinya punya pondasi kuat. Bahkan mereka sudah ngadain kegiatan sendiri, ada yang tarafnya internasional bukan nasional lagi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lukisan

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top