Menkes : Peran Ibu Tentukan Kesehatan Keluarga

Pola hidup yang sehat bisa dimulai dari pemahaman ibu dalam menjaga kesehatan keluarga.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 September 2019  |  08:19 WIB
Menkes : Peran Ibu Tentukan Kesehatan Keluarga
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek ketika meninggalkan gedung KPK di Jakarta, Rabu (21/8/2019). - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wiaya

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan ibu tak hanya berperan melakukan pola asuh yang tepat pada anak, tapi juga perlu mengupayakan kesehatan keluarga.

“Titip, ibu-ibu sebagai penyuluh keluarga sehat, ibu harus memberikan pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya, juga makanan bergizi,” ujarnya pada Talkshow Germas di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (20/9/2019).

Nila menegaskan makanan bergizi tak harus berharga mahal. Untuk protein misalnya, bisa memilih ikan dengan harga terjangkau dengan kandungan protein yang tinggi.

“Kita bisa memilih [makanan] yang murah tapi mengandung protein seperti ikan. Ibu harus mengerti bagaimana menjaga kesehatan anak kemudian menjaga diri sendiri dan menjaga kesehatan keluarga,” ucapnya.

Tak hanya kepada para ibu, Nila juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk hidup sehat. Masyarakat harus sehat dimulai dari diri sendiri agar jadi bangsa produktif.

“Yang harus dilakukan seluruh masyarakat adalah dari bayi sampai tua harus menjaga kesehatan. Itu dilakukan melalui Germas, olahraga minimal 30 menit sehari, makan buah dan sayur, serta cek kesehatan berkala,” terangnya.

Konsumsi sayuran pun harus ditingkatkan mengingat sekitar 90 persen masyarakat Indonesia tidak suka makan sayuran. Kemenkes menyebutkan hanya sekitar 20 persen masyarakat Indonesia yang paham kesehatan, sehingga tidak mengherankan jika berbagai permasalahan kesehatan masih ada, seperti stunting, obesitas, dan Penyakit Tidak Menular (PTM). 

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH melanjutkan Germas harus dibudayakan dalam kehidupan masyarakat. Dampak meningkatnya kejadian PTM adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah.

Selain itu, juga akan mengakibatkan menurunnya produktivitas masyarakat. Negara yang tengah mengalami perubahan pola penyakit dari Penyakit Menular menjadi PTM pun akan menurun daya saingnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, keluarga

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top