Ternyata, Cokelat Tak Bantu Meningkatkan Penglihatan

Bagi para pencinta cokelat, kabar ini kelihatannya kurang menyenangkan. Apalagi, sebelumnya ramai diberitakan bahwa cokelat bermanfaat untuk meningkatkan penglihatan.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 28 September 2019  |  13:29 WIB
Ternyata, Cokelat Tak Bantu Meningkatkan Penglihatan
Cokelat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi para pencinta cokelat, kabar ini kelihatannya kurang menyenangkan. Apalagi, sebelumnya ramai diberitakan bahwa cokelat bermanfaat untuk meningkatkan penglihatan.

Kenyataannya, penelitian terbaru menyebutkan bahwa cokelat hitam tidak meningkatkan kualitas penglihatan.

Klaim sebelumnya yang mengatakan bahwa cokelat baik dalam mempertajam penglihatan ternyata tidak benar. Studi baru menunjukkan tidak ada perubahan dalam penglihatan atau aliran darah ke mata setelah mengonsumsi cokelat hitam.

“Dengan hasil percobaan yang berlawanan dari sebelumnya menunjukkan bahwa masih diperlukan lebih banyak penelitian terkait hal ini," Jacob Siedlecki dari Ludwig-Maximilians-University di Munich, Jerman.

Tadinya, peneliti menduga bahwa cokelat dapat meningkatkan penglihatan karena karena makanan ini mengandung antioksidan flavonoid.

Penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen dengan kadar antioksidan yang tinggi dapat mengurangi risiko masalah penglihatan yang terkait dengan usia.

Adapun, sebelumnya flavanol cokelat hitam juga telah terbukti melebarkan pembuluh darah.

Untuk mengkaji ulang penelitian sebelumnya tentang cokelat dan penglihatan, Siedlecki dan rekan mengumpulkan 22 sukarelawan sehat, usia 20 hingga 62 tahun, yang tidak memiliki masalah penglihatan.

Para sukarelawan secara acak ditugaskan untuk mengkonsumsi sepotong cokelat hitam 20 gram setara dengan sekitar seperempat permen cokelat hitam dan mengandung 400 miligram flavanol dan sebagian lagi diberikan 7,5 gram cokelat susu yang hanya mengandung kira-kira 5 miligram flavanol.

Setelah itu, mata sukarelawan diperiksa dengan pemindai berteknologi tinggi yang menunjukkan pembuluh darah secara mendetail, sebelum mereka mengonsumsi cokelat mereka dan dua jam sesudahnya.

Relawan juga diberi tes penglihatan berteknologi rendah yang serupa dengan yang digunakan dalam penelitian cokelat sebelumnya.

Satu minggu setelah putaran pertama, konsumsi cokelat dibalik. Mereka yang tadinya mengonsumsi cokelat hitam diberikan cokelat susu dan mereka yang makan cokelat susu diberikan cokelat hitam.

Tim Siedlecki mencari tanda-tanda bahwa cokelat telah melebarkan pembuluh darah di retina, yang berarti relawan mendapatkan aliran darah yang lebih baik ke mata.

Ketika para peneliti menganalisis data, mereka tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam pemindaian retina atau tes penglihatan ketika sukarelawan mengonsumsi cokelat hitam atau cokelat susu.

Hal ini menunjukkan bahwa mengonsumsi cokelat hitam demi penglihatan tidak bermanfaat seperti klaim sebelumnya.

Penelitian untuk mengetahui manfaat cokelat terhadap penglihatan harus dilakukan dalam jangka waktu yang panjang agar tak menghasilkan hasil penelitian yang tidak meyakinkan seperti sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
susu, cokelat, Gangguan Penglihatan

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top