Banyak Remaja dan Anak Muda AS Coba Bunuh Diri Pakai Obat Antinyeri

Dalam penelitian di Amerika Serikat ditemukan bahwa percobaan bunuh diri pada anak muda banyak menggunakan obat-obat antidepresan dan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti acetaminophen, ibuprofen, dan aspirin.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  15:10 WIB
Banyak Remaja dan Anak Muda AS Coba Bunuh Diri Pakai Obat Antinyeri
Ilustrasi - JIBIPhoto

Bisnis.com, JAKARTA—Kasus percobaan bunuh diri oleh anak muda di Amerika Serikat terkait dengan penggunaan obat-obatan yang dijual bebas.

Dalam penelitian di Amerika Serikat ditemukan bahwa percobaan bunuh diri pada anak muda banyak menggunakan obat-obat antidepresan dan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti acetaminophen, ibuprofen, dan aspirin.

Dalam penelitian ini para peneliti memeriksa data kasus percobaan bunuh diri dengan racun oleh 1,68 juta orang di AS melalui data dari US Poison Center pada 2000-2018. Data yang diteliti adalah percobaan bunuh diri atau kasus bunuh diri yang dilakukan orang berusia 10—25 tahun.

Studi menemukan bahwa ternyata lebih dari 90 persen kasus melibatkan obat-obatan. Dua zat yang paling sering digunakan di antara semua kelompok umur adalah obat penghilang rasa sakit/antinyeri dan antidepresan yang dijual bebas. Artinya jika keduanya digabungkan, lebih dari sepertiga upaya bunuh diri pada anak muda melibatkan obat-obatan.

"Kemungkinannya karena obat tersebut tersedia secara bebas, dapat dibeli dengan murah, dan ada di setiap rumah," kata Henry Spiller, peneliti dari Central Ohio Poison Center at Nationwide Children’s Hospital di Columbus, Amerika Serikat.

Spiller menjelaskan bahwa dalam dosis terapi obat-obatan ini cukup aman. Akan tetapi dalam dosis yang sangat besar, asetaminofen dapat menyebabkan gagal hati dan aspirin menyebabkan asidosis metabolik, kejang, dan koma.

Masalah kesehatan serius dapat disebabkan oleh jenis obat analgesik, juga antidepresan, antihistamin, dan antipsikotik.  

Obat-obatan resep untuk attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) paling banyak digunakan dalam upaya bunuh diri oleh anak-anak muda dan remaja. Pemakaian obat-obatan ini dalam percobaan bunuh diri juga memiliki risiko tertinggi merusak kesehatan.

“Obat penenang dan hipnotik lebih sering digunakan di antara kelompok usia yang lebih tua,” ujar Spiller.

Temuan ini setidaknya mengingatkan orang tua bahwa bahkan anak remaja dan orang muda perlu dijauhkan dari obat-obatan khusus tersebut.

Tidak semua jenis obat harus disimpan jauh dari jangkauan, tetapi secara khusus obat-obatan seperti acetaminophen, obat ADHD, antihistamin, dan obat-obatan psikiatrik sebaiknya dijauhkan dari jangkauan mereka.

Orang tua bisa menyimpan obat-obatan jenis ini di tempat yang terkunci.

Faktanya, keracunan obat-obatan dalam upaya bunuh diri sebagian besar tidak menyebabkan kematian tetapi menimbulkan kerusakan kesehatan yang signifikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bunuh diri

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top