Tantangan Pengembangan Diri Perempuan Muda Indonesia

Perempuan-perempuan muda Indonesia dinilai belum maksimal dalam mengembangkan potensi diri karena terhalang oleh beragam tantangan yang menghambat mereka untuk menjadi individu berdaya.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  06:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perempuan-perempuan muda Indonesia dinilai belum maksimal dalam mengembangkan potensi diri karena terhalang oleh beragam tantangan yang menghambat mereka untuk menjadi individu berdaya.

Tantangan itu, menurut riset International Centre for Research on Women (ICRW) yang bekerja sama dengan Sunsilk, brand sampo dari PT Unilever Indonesia Tbk, menyebutkan bahwa pembatasan dari diri sendiri, lingkungan rumah, lingkungan sekitar serta masyarakat secara luas telah menghalangi perempuan untuk menggali potensi diri.

Beauty and Personal Care Director PT Unilever Indonesia, Ira Noviarti, mengatakan bahwa kurangnya akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan pekerjaan (NEET), juga menjadi faktor penghambat perempuan Indonesia dibandingkan di beberapa negara lain.

"28 persen populasi perempuan muda Indonesia berisiko NETT dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki. Sunsilk memahami dengan mengetahui potensi dan membangun kualitas diri yang baik menjadi faktor  penting bagi perempuan untuk berdaya," ujar Noviarti di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Pakar Ilmu Sosial, Budaya dan Komunikasi, Devie Rachmawati mengungkapkan bahwa kontribusi perempuan muda yang terberdaya mampu menghadirkan perubahan besar, baik untuk dirinya, keluarga, komunitas maupun
masyarakat.

Perubahan itu, lanjutnya, menjadi hasil dari kontribusi perempuan sehingga dapat mengubah masa depan menjadi lebih baik secara ekonomi, kultural dan tatanan sosial. Hal itu pun disebutkan sebagai salah satu tujuan dari Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (SDGs) tentang pentingnya investasi kepada perempuan muda.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan tepat untuk menunjang pengembangan diri perempuan sehingga mampu memotivasi para perempuan menjadi agen perubahan yang dapat menginspirasi sesamanya.

Selanjutnya, pembekalan kepada perempuan muda juga penting untuk mendorong mereka menjadi pribadi yang terberdaya, khususnya dari dalam individu mereka sendiri.

"Merujuk pada risiko NEET perempuan muda Indonesia, masih perlu adanya dorongan dan imbauan pentingnya melangkah melampaui
batas untuk menghadapi stigma sosial maupun risiko NEET itu sendiri," tutur Devie.

Program Pemberdayaan

Menyikapi kondisi tersebut, Sunsilk pun mengajak perempuan Indonesia untuk menggali potensi diri dan membuka kesempatan bagi mereka untuk meraih mimpi melalui kampanye #TakTerhentikan.

Berkolaborasi dengan Girl Rising, Sunsilk akan memberikan serangkaian pelatihan bagi 10.000 perempuan muda untuk menginspirasi dan menggali potensi mereka melalui program Kilaukan Mimpimu.

Ratu Mirah Afifah, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, mengatakan bahwa Sunsilk secara khusus merancang materi untuk mendukung para fasilitator supaya memberikan pembekalan bagi para perempuan untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan mengejar passion.

"Di dalam program pembekalan ini terdapat tiga modul yang akan diberikan yaitu mempelajari kekuatan mimpi, memetakan langkah dalam menggapai mimpi, dan membangun support system yang positif," ujarnya.

Terkait hal ini, Sunsilk menghadirkan pendekatan baru untuk membekali perempuan muda Indonesia menjadi agen perubahan melalui empat faktor yang disebut sebagai Positive Youth Development (PYD).

Pertama agensi, yaitu membantu para perempuan muda untuk mengambil keputusan. Kedua, Aset untuk memberikan akses kepada edukasi, pekerjaan, dan pelatihan yang memadai. Ketiga membangun lingkungan yang mendorong pemberdayaan dari lingkungan sosial.

Keempat yaitu kontribusi yang memotivasi perempuan untuk melibatkan diri sebagai agent of change yang turut menginspirasi satu sama lain sebagai perempuan yang tak terhentikan,  

Raisa Andriana, penyanyi solo Indonesia yang juga Brand Ambassador Sunsilk, menyampaikan bawah dirinya terus memaksimalkan potensi diri dengan
tidak hanya berkarier di dunia tarik suara melainkan juga berwiraswasta, serta menjalankan peran sebagai ibu.

"Aku yakin bahwa sebenarnya perempuan itu hanya butuh keyakinan untuk menjadi
tak terhentikan. Aku berharap dengan inisiatif #TakTerhentikan dari Sunsilk, perempuan muda Indonesia tidak hanya terinspirasi namun juga terberdaya melalui program pembekalan diri untuk terus berkarya di setiap langkahnya meraih mimpi," ujar Raisa.

Keterangan foto: (kiri ke kanan) Ratu Mirah Afifah, Raisa Andriana, Ira Noviarti, Isyana Sarasvati, dan Devie Rachmawati, sesuai berbincang terkait dengan pemberdayaan perempuan muda Indonesia di Jakarta, (7/10/2019). Bisnis/Dionisio Damara

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perempuan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top