Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Pengembangan Wisata Kesehatan di Indonesia Belum Optimal

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengklaim secara fasilitas rumah sakit yang ada di Indonesia tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  12:20 WIB
Rumah Sakit Bali Mandara - istimewa
Rumah Sakit Bali Mandara - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengklaim secara fasilitas rumah sakit yang ada di Indonesia tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia.

Selain itu, dari sisi dokter atau tenaga media dokter-dokter yang bekerja di rumah sakit-rumah sakit di Kuala Lumpur, Penang dan lainnya sebagian di antaranya merupakan lulusan universitas di Indonesia.

“Kekurangan kita adalah tidak bisa berkolaborasi antara pemangku kepentingan di dunia medical tourism ini. Belum jelas siapa yang harus mempromosikan tentang pariwisata medis ini, apakah Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan atau lembaga lain?” tutur Wakil Ketua GIPI Panca Sarungu, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, keunggulan industri kesehatan di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain adalah pengobatan tradisionalnya. Obat-obat herbal yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia sudah divalidasi oleh Kemenkes.

“Jadi poin pentingnya adalah kita mau sinergi atau tidak karena secara treatment quality pun kita cukup bersaing. Setelah itu kita tentukan destinasinya, apakah di Jakarta, Bali, Jogja, Medan, Lombok, atau Batam," paparnya.

Panca menilai apabila berbicara destinasi tentunya bebicara mengenai akses. Dia menyebut hal terpenting bagi destinasi pariwisata medis adalah adanya akses langsung

"Karena kalau orang mau berobat mereka tidak mau kalau harus transit lagi," ungkapnya.


Indonesia selama ini masih menjadi penonton di dalam industri yang perkembangannya cukup bergairah ini. Industri wisata medis Indonesia cukup tertinggal bila dibandingkan dengan wisata medis negara-negara Asia Tenggara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Padahal potensi idustri wisata medis di ASEAN pada 2018 tercatat mampu meraup omset hingga Rp 150 triliun tahun. Adapun dalam skala global, omzet industri wisata medis mencapai Rp 850 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top