Culture Cartel, Budaya Seni Jalanan dari Singapura

Sukses meraup popularitas sebagai acara gaya hidup paling bergengsi di Singapura, brand Culture Cartel hadir dalam pergelaran Urban Sneaker Society di Jakarta.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 09 November 2019  |  06:52 WIB
Culture Cartel, Budaya Seni Jalanan dari Singapura
Eksibisi di stan pop-up Culture Cartel dalam pergelaran Urban Sneaker Society yang terselenggara di Jakarta, Jumat (8/11/2019). JIBI - Bisnis / Dionisio Damara

Bisnis.com, JAKARTA - Sukses meraup popularitas sebagai acara gaya hidup paling bergengsi di Singapura, brand Culture Cartel hadir dalam pergelaran Urban Sneaker Society di Jakarta. 

Culture Cartel merupakan perhelatan gabungan dari banyaknya jenis street culture atau budaya jalanan, mulai dari seni, mainan, fesyen, hingga tato. Sub-kultur ini tumbuh subur di Singapura. 

Direktur sekaligus Co-Founder Culture Cartel,  Jeremy Tan, di Jakarta pada kamis (8/11/2019) mengatakan bahwa Culture Cartel merupakan dedikasi untuk menonjolkan perbedaan sub-kultur di Singapura dan Asia Tenggara.

Seniman tato dalam pergelaran Urban Sneaker Society di Jakarta. JIBI/Bisnis-Dionisio Damara

"Kami representasikan semuanya mulai dari art, fesyen, toys, tatto, dan semuanya. Misi kami adalah untuk memberikan pemahaman dan menemukan kembali citra street culture," ujarnya. 

Oleh karena itu, dalam pergelaran Urban Sneaker Society (USS) yang berlangsung pada 8-10 November ini,  Culture Cartel mengirimkan tim terpilih dan bertalenta untuk menghadirkan suasana yang sama pada pergelaran festival Culture Cartel di Singapura. 

Di stan pop-up Culture Cartel hadir seniman mural asal Singapura, Sam Lo, yang berkolaborasi dengan seniman Indonesia, Tuyuloveme. Mereka menggabungkan kreatifitas dalam pembuatan karya lukis dan memamerkan barang-barang eksklusif yang hanya dijual dalam perhelatan ini. 

Sementara itu, ada pula produsen mainan Mighty Jaxx yang memamerkan mainan eksklusif rancangannya, sedangkan Bradley Tan dan Frankie Sexton, artis tato, memperkenalkan karya tato yang khas dengan kerumitan gaya realis dan manga kepada pengunjung USS. 

Mohhamed Firhan Abdul Salam, Area Director Indonesia untuk Singapore Tourism Board, menyampaikan bahwa seniman-seniman bertalenta yang hadir pada acara USS ini adalah trendsetter yang berkontribusi dalam mengembangkan desain, retail, dan skema street culture di Singapura. 

"Sehingga membuat Singapura bukan hanya rumah yang menyenangkan bagi penduduknya, tetapi juga tujuan wisata menarik bagi para turis internasional," ucapnya. 

Dia pun menambahkan pengenalan Culture Cartel ke Jakarta diharapkan mampu membuka peluang untuk saling bertukar kreatifitas. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
singapura, gaya hidup

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top