Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengantuk Setelah Makan, Begini Penjelasan Ilmiah

Mengapa kita kerap mengantuk setelah makan? Rupanya hal itu ada penjelasan ilmiahnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 November 2019  |  07:30 WIB
Mengantuk Setelah Makan, Begini Penjelasan Ilmiah
Mengantuk - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mengapa kita kerap mengantuk setelah makan? Rupanya hal itu ada penjelasan ilmiahnya.

Konsultan metabolik endokrin, Dr dr Fatimah Eliana menjelaskan saat organ pencernaan aktif, maka otak dan jantung akan kekurangan oksigen.

"Habis makan, yang dimakan masuk pencernaan, yang aktif organ pencernaan. Organ pencernaan aktif, otak dan jantung sedikit kekurangan oksigen, makanya mengantuk," kata Fatimah di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Kantuk yang melanda juga bisa karena asupan makanan mengandung karbohidrat berlebihan.

Sebuah studi pada tahun 2018 menemukan, makanan berlemak tinggi bisa menyebabkan kantuk dan peningkatkan beberapa penanda inflamasi terutama di antara orang dewasa yang gemuk.

Eliana mengatakan usai makan sebaiknya jangan duduk diam, tetapi bergerak semisal jalan-jalan agar karbohidrat dan zat gizi makanan yang Anda makan bisa disalurkan ke otot dan bagian tubuh lainnya.

"Habis makan bisa jalan-jalan dulu, supaya karbohidrat bisa disalurkan ke otot, otak tidak kurang oksigen," kata dia.

Sebelumnya, dokter spesialis gizi dr Samuel Oetoro pernah menuturkan, kantuk usia makan biasanya terjadi setelah perut terasa kenyang. Kondisi yang disebut food coma ini rentang setelah konsumsi nasi putih.

Menurut dia setelah konsumsi nasi putih kadar gula darah melonjak dan turun secara drastis sehingga menyebabkan kantuk.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan jantung

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top