Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPOM Perbolehkan Peredaran Kembali Ranitidin

Badan Pengawas Obat dan Makanan mengizinkan peredaran kembali produk ranitidin yang umum dikonsumsi penderita asam lambung.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 November 2019  |  16:41 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito memberikan penjelasan pada Dialog Kinerja 3 Tahun Badan POM di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito memberikan penjelasan pada Dialog Kinerja 3 Tahun Badan POM di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan mengizinkan peredaran kembali produk ranitidin yang umum dikonsumsi penderita gangguan asam lambung.

Dikutip dari siaran persnya di website pom.go.id, BPOM mengeluarkan keputusan tentang produk ranitidin yang diperbolehkan beredar kembali meliputi 37 nama obat. Selain dari itu, BPOM berhak melakukan penarikan peredaran obat dan pemusnahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Selanjutnya, industri farmasi dapat memproduksi kembali dan mengedarkan produknya setelah memastikan bahwa hasil produksinya tidak mengandung NDMA (N-Nitrosodimethylaminemelebihi ambang batas yang diperbolehkan,” tulis BPOM dalam keterangan persnya.

Sebelumnya, pada 11 Oktober 2019 BPOM memerintahkan seluruh industri farmasi pemegang izin edar untuk menghentikan sementara produksi, distribusi, dan peredaran produk ranitidin.

BPOM menyebutkan sehubungan dengan kajian risiko dan pengujian laboratorium terhadap cemaran NDMA pada produk ranitidin, pihaknya menginformasikan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake).

“Jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, berpotensi karsinogenik. Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia,” sebut BPOM.

BPOM akan terus memperbarui informasi sesuai dengan data terbaru. Masyarakat diharapkan dapat mengetahui informasi terkait produk ranitidin melalui website Badan POM (https://cekbpom.pom.go.id) atau melalui aplikasi Cek BPOM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpom asam lambung
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top