Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ratu Elizabeth Anugerahi David Attenborough Penghargaan Lingkungan

Ratu Elizabeth mengganjar broadcaster David Attenborough dengan penghargaan atas karya serial televisi bertema pelestarian alam bertajuk "Blue Planet II". Serial tersebut dinilai telah meningkatkan kesadaran publik di seluruh dunia tentang bahaya pencemaran plastik di lautan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 November 2019  |  12:13 WIB
Ratu Elizabeth dan Naturalis David Attenborough. Sumber: Reuters
Ratu Elizabeth dan Naturalis David Attenborough. Sumber: Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ratu Elizabeth mengganjar broadcaster David Attenborough dengan penghargaan atas karya serial televisi bertema pelestarian alam bertajuk "Blue Planet II". Serial tersebut dinilai telah meningkatkan kesadaran publik di seluruh dunia tentang bahaya pencemaran plastik di lautan.

Attenborough, yang seusia dengan sang ratu, 93 tahun, dianugerahi hadiah Chatham House bersama dengan BBC Studios Natural History Unit karena pesan yang disampaikan melalui serial tersebut. Hadiah tahunan ini diketahui sebagai apresiasi bagi perorangan atau organisasi yang dianggap telah memberikan kontribusi paling signifikan terhadap peningkatan hubungan internasional.

"Kemampuan Anda untuk mengomunikasikan keindahan dan kerentanan lingkungan alam kita tetap tiada bandingnya saat Anda dan tim membuat antusias banyak orang, tua dan muda, untuk menghargai dan melestarikan lautan dunia kita. Untuk itu kita semua harus berterima kasih," kata sang Ratu kepada Attenborough dalam sebuah pidato, dilansir Reuters, Kamis (21/11/2019).

Serial Blue Planet II mencapai angka pemirsa tertinggi di televisi Inggris pada 2017 dan dijual kepada ke seluruh dunia, juga mencetak peringkat tinggi di banyak negara.

Serial ini diantaranya menampilkan rekaman elang laut yang tanpa disadari memberi makan plastik dari laut kepada anaknya. Ada pula adegan menyedihkan dimana seekor induk paus membawa anaknya yang baru lahir mati, kemungkinan terbunuh oleh kontaminasi plastik.

Setelah serial ini tayang, masalah penggunaan plastik sekali pakai mendapat perhatian publik di Inggris. Gelas kopi yang dapat digunakan kembali menjadi pemandangan umum di jalan-jalan, sedotan plastik menghilang dari pub dan kafe, pemerintah mengumumkan langkah-langkah untuk mengurangi penggunaan plastik dan pengecer besar berjanji untuk bekerja menuju kemasan bebas plastik.

Masalah ini menjadi lebih menonjol di panggung internasional juga. Tahun ini, menteri lingkungan G20 sepakat untuk mengadopsi kerangka kerja implementasi baru untuk tindakan mengatasi limbah plastik laut dalam skala global. Uni Eropa juga telah melarang beberapa barang plastik sekali pakai, termasuk sedotan, garpu dan pisau, pada 2021.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ratu elizabeth
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top