Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pegawai Magang Bisa Menjadi Investasi Perusahaan

Dengan mencari dan mengembangkan talent pada tahap awal tersebut, perusahaan mampu menarik dan mempertahankan kandidat potensial yang berkualitas melalui program magang mereka daripada melalui proses perekrutan yang panjang.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 27 November 2019  |  11:15 WIB
Ilustrasi - Entrepreneur
Ilustrasi - Entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA – Pada setiap perusahaan, umumnya membuka program magang bagi calon pegawai. 

Umumnya pegawai magang hanya dipekerjakan tanpa bayaran, tapi ada sebagian perusahaan membayar jasa mereka.

Keberadaan pegawai magang ini, bisa memberikan manfaat bagi perusahaan dalam mengerjakan tugas-tugas harian. 

Berikut rincian manfaat pegawai magang untuk perusahaan seperti dikutip dari rilis Jobstreet.com : 

1) Talent yang Potensial

Program magang yang baik merupakan metode yang tepat bagi perusahaan untuk mencari dan mengembangkan talent. Kebanyakan program magang berlangsung selama sekitar 3 hingga 6 bulan untuk satu kali periode, karyawan magang ditugaskan pada suatu bagian dan diberikan serangkaian tugas untuk diselesaikan.

Selama periode tersebut, karyawan magang biasanya ditempatkan di bawah bimbingan seorang staf yang menyediakan pengawasan dan bimbingan. Selama masa magang, karyawan magang tersebut diharapkan dapat bekerja dengan anggota dan departemen lainnya di dalam perusahaan tersebut.

Pendekatan ini memberi manfaat bagi karyawan magang dengan pengalaman kerja nyata dan menyesuaikannya dengan budaya perusahaan. Dari sinilah, para profesional HR dapat mencari orang-orang berbakat yang nantinya dapat ditawarkan posisi di dalam perusahaan dan juga dapat menilai kompatibilitas kandidat tersebut dengan perusahaan.

Dengan mencari dan mengembangkan talent pada tahap awal tersebut, perusahaan mampu menarik dan mempertahankan kandidat potensial yang berkualitas melalui program magang mereka daripada melalui proses perekrutan yang panjang.

2) Kesempatan untuk Menilai Talent

Hampir setiap manajer atau bagian perekrutan perusahaan merasa frustrasi karena harus melalui proses yang lama untuk perekrutan dan pelatihan seorang karyawan, yang kemudian menyerahkan pengunduran dirinya 6 bulan kemudian. Dalam hal inilah waktu dan usaha yang dilakukan untuk melaksanakan program kerja magang yang baik akan benar-benar terasa sepadan.

Pekerjaan magang dapat dilihat sebagai masa percobaan bagi karyawan yang potensial dari sebuah perusahaan. Selama masa magang, karyawan magang berkesempatan melihat cara kerja dalam perusahaan dan untuk mengamati budaya di dalam perusahaan tersebut.

Para profesional HR dapat menggunakan program magang untuk menilai apakah karyawan magang sesuai untuk perusahaan tersebut. Misalnya, dengan mengamati tingkah laku dan etos kerja mereka,. Karyawan magang yang lamban dan tampak tidak tertarik pada tugas yang dilimpahkan pada mereka adalah tanda yang jelas bahwa merekrut mereka akan menjadi keputusan yang buruk.

Akan tetapi, professional HR juga perlu bersikap netral dan berusaha memahami karena kebanyakan karyawan magang belum memiliki pengalaman kerja.

3) Sebuah Perspektif yang Segar

Karyawan berpengalaman mungkin memiliki pengalaman yang lebih praktis dan memerlukan lebih sedikit pelatihan daripada karyawan yang lebih muda. Akan tetapi, mereka sering kali terlalu terpaku dengan pekerjaan mereka dan tidak dapat mengimbangi perkembangan teknologi terkini. Ketika semakin banyak perusahaan menggunakan teknologi dan inovasi terbaru, sebuah perusahaan yang hanya memilih staf berdasarkan pengalaman akan menyadari ketertinggalannya dan bisnisnya tidak lagi relevan.

Seorang karyawan magang tidak seharusnya dan tidak pernah diperuntukkan untuk menjadi pengganti karyawan full time. Sebaliknya, karyawan magang dimaksudkan untuk menjadi sebuah nafas segar bagi sebuah perusahaan; dengan kurangnya pengalaman praktis dan pola pikir yang tumpul, karyawan magang seharusnya mendorong perusahaan untuk mengadopsi pola pikir dan pendekatan yang berbeda dalam menyikapi suatu masalah. Hal ini dikenal sebagai keuntungan akan kurangnya pengalaman dan keuntungan ini dapat digunakan untuk membawa perubahan positif di tempat kerja.

Alih-alih menugaskan karyawan magang untuk tugas kasar seperti input data dan fotokopi, pemimpin perusahaan perlu memandang mereka sebagai suatu sarana untuk memperkenalkan ide-ide baru kepada perusahaan. Sebagai contoh, karyawan magang harus diundang untuk berpartisipasi dalam pertemuan bagian tertentu. Selama pertemuan ini, mereka harus didorong untuk menyuarakan pemikiran mereka dan mengemukakan pendapat mereka tentang ide-ide yang mungkin mereka miliki dalam hal cara menangani suatu masalah tertentu.

4) Menjadi Brand Ambassador

Untuk seorang pelajar, kerja magang memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang berharga dan pada saat yang bersamaan membangun hubungan dan networking. Sedangkan bagi perusahaan, karyawan magang bukan hanya kandidat potensial, tetapi juga sarana untuk mendapatkan brand ambassador untuk perusahaan itu sendiri.

Sayangnya, istilah kerja magang memiliki konotasi negatif bagi karyawan magang yang sering merasa tidak bahagia, tidak termotivasi, dan kurang dibutuhkan. Hal ini dikarenakan pekerjaan magang dianggap oleh sebagian orang sebagai suatu sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja murah dan sekali pakai. Program kerja magang perusahaan dipandang sebagai gangguan dan lelucon oleh karyawan perusahaan dan tidak dianggap serius.

Seringkali, karyawan magang di perusahaan semacam itu ditugaskan untuk tugas yang menguras tenaga dan kasar dan sedikit diberi pengawasan atau bimbingan dari rekan kerja mereka yang lebih senior. Akibatnya, karyawan magang ini akhirnya merasa tidak dihargai dan pergi dengan persepsi negatif tentang perusahaan tersebut.

Di sisi lain, profesional HR dalam perusahaan tersebut dapat memilih untuk bekerja sama untuk memastikan bahwa karyawan magang memiliki pengalaman yang bermanfaat dan berguna bagi mereka. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menerapkan sebuah program pembimbing, dengan memasangkan karyawan magang dengan karyawan yang memang sukarela untuk peran tersebut dan membingbing karyawan magang. Hal ini bermanfaat bagi perusahaan karena dapat mengenali karyawan dengan ketrampilan kepemimpinan yang kuat dan karyawan magang ditugaskan kepada seseorang yang bersedia mengarahkan dan membimbing mereka.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tips Karir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top